Warna Warni Kartini 2016

artikel kartinian

Siapa yang tidak kenal dengan sosok RA. Kartini???

Putri kelahiran Jepara, 21 April 1879 ini merupakan simbol perjuangan wanita Indonesia, pelopor dari gerakan emansipasi wanita. Karena beliaulah sekarang wanita-wanita indonesia mempunyai kesempatan yang sama seperti yang dimiliki oleh paa pria.

Di zaman yang sudah sangat modern ini emansipasi sudah banyak dilakukan oleh wanita di berbagai lini kehidupan. Bahkan tidak jarang bahwa sekarang kedudukan wanita berada diatas para pria. Tidak sedikit sekarang wanita-wanita Indonesia yang dapat menjadi pemimpin.

Kartini saat ini bukan lagi hanya berbicara tentang bagaimana wanita-wanita Indonesia mempunyai kesempatan untuk belajar, mempunyai kesempatan untuk menyampaikan gagasan saja seperti ketika zaman RA. Kartini dulu. Tapi Kartini-Kartini masa kini bicara tentang bagaimana para wanita Indonesia mampu memberikan manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya tanpa harus meninggalkan peran gender yang mereka miliki sebagai wanita.

Di Indonesia sendiri tidak sedikit wanita yang mampu menjalani hidupnya sebagai Kartini Masa Kini. Susi Pudjiastuti, selain Menteri kelautan dan perikanan dari Ksbinet Kerja 2014-2015 juga merupakan seorang pemilik dan Presdir PT. ASI Pudjiastuti Marine Product dan Penerbangan Susi Air. Wanita muda pemiliki usaha pembuatan sepatu I Wear Up yang juga mengadakan kegiatan bakti sosial untuk anak-anak kurang biaya pendidikan, Diana Rikasari, model cantik Laura Muljadi yang juga aktif untuk mengajar Bahasa Inggris dan matematika untuk anak-anak jalanan. Reisa Kartikasari, pembawa acara juga sekaligus dokter yang juga mantan Puteri Indonesia. Yohana Febrianty, seorang tuna netra yang berhasil menjadi salah satu finalis di ajang pencarian bakat di tv nasional, Ari Sunarijati, perempuan Madiun pemberdaya buruh perempuan. Dina Lumbantobing, beliau adalah pendiri pemimpin Yayasan Sada Ahmo yabg berfokus pada program penguatan eksistensi Masyarakat Adat Pakpak Dairi melalui penyelenggaraan taman bina asuh anak. Tidak hanya menjalankan program ini, beliau pun secara khusus terlibat aktif dalam jaringan program perempuan dalam usaha kecil di Indonesia. Bersama yayasan ini pula beliau menerbitkan buletin Suara Perempuan sebagai sarana pendidikan masyarakat tentang eksistensi perempuan dan pendidikan bersosial politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *