Webinar Festival KPSR 2022 “Kesehatan Mental: Kampanye Bahaya Self-Diagnose dan Pentingnya Self-Love”

Hari, Tanggal Minggu, 22 Mei 2022
Universitas UIN Walisongo Semarang

Pada hari Minggu, 22 Mei 2022, telah dilaksanakan Webinar Festival UKM KPSR. Webinar kali ini dilaksanakan dari pukul 09.30 WIB-selesai. Webinar dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom meeting dengan mengundang beberapa pemateri diantaranya Ibu Yene Febriana, M.Psi, Psikolog dan Ibu Lainatul Mudzkiyyah, S.Psi., M.Psi, Psikolog sebagai narasumber. Webinar Festival dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai daerah. Adapun tema yang diangkat pada webinar ini adalah Kesehatan Mental: Kampanye Bahaya Self Diagnose Dan Pentingnya Self Love”. 

Pembukaan acara dibuka oleh MC yaitu Imelda Puspita Sari yang merupakan mahasiswa prodi Gizi. Selanjutnya masuk pada sesi sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh ketua pelaksana WebFest yang menyampaikan tujuan dari webinar ini yaitu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan remaja mengenai bahaya self-diagnose dan pentingnya self-love. Sambutan kedua oleh ketua umum KPSR 2022 dengan menyampaikan kesehatan mental dapat terbentuk dari diri sendiri. Selanjutnya sambutan oleh DEMA FPK dan Wakil Dekan III FPK sekaligus membuka acara Webinar Festival.

Untuk pemaparan materi yang pertama dipimpin oleh moderator 1 yaitu Asya Dwi Cahya dengan narasumber Ibu Lainatul Mudzkiyyah, S.Psi., M.Psi, Psikolog yaitu salah dosen Psikologi di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang. Pemaparan oleh narasumber pertama berlangsung pada pukul 10.20-11.30 WIB dengan tema ”Self Love: Seni Mencintai Diri” Mencintai diri sendiri dapat dimulai dengan hal positif yang telah kita lakukan sehari-hari seperti mandi, makan, tidur, dan sebagainya. Self love merupakan usaha untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi diri sendiri termasuk mensyukuri hal-hal kecil yang ada di sekitar. Menurut Ibu Lainatul Mudzkiyyah ada 4 aspek yang termasuk dalam self-love yaitu self-awareness, self-worth, self-esteem, dan self-care. Dengan menggunakan seluruh aspek self-love dalam kehidupan maka akan terbentuk kesehatan mental yang baik pula.

Setelah pemaparan pertama ada sesi games untuk menambah semangat serta ada ishoma selama 30 menit.

Untuk pemaparan materi yang kedua dipimpin oleh Wafiq Azizah selaku moderator dengan narasumber Ibu Yene Febriana, M.Psi, Psikolog. Pemaparan oleh narasumber kedua berlangsung pada pukul 12.35-13.35 WIB dengan tema “Bahaya Self Diagnose”. Self diagnose adalah mendiagnosa secara mandiri, penyakit fisik maupun gangguan kesehatan mental berdasarkan pengalaman sebelumnya atau dari informasi yang tersedia dan cenderung terbatas. Menurut Ibu Yane karena makin canggihnya teknologi masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai gejala suatu penyakit. Namun, tanpa disadari mereka langsung mendiagnosis diri sendiri. Menurut beliau lebih baik kita melakukan self-awareness dibandingkan self-diagnose karena diagnosis yang benar adalah kepada orang yang sudah berpengalamannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.