The Health Revolution; Eat good, Feel good, Exercise, Manage Your Stress

Seberapa sehatkah anda? Apakah anda yakin tubuh anda sudah sepenuhnya sehat? Benarkah sehat hanya bebas dari penyakit? Temukan hemat sehat mu dalam The Health Revolution.

What?

Sebelum kamu menilai seberapa sehatkah diri kamu ada baiknya kita mengetahui “Apa itu definisi sehat”

Sehat menurut WHO (World Health Origanization) adalah suatu kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.

Terdapat banyak hal yang mempengaruhi kesehatan individu salah satu di antaranya adalah ketersediaan nutrisi yang baik untuk tubuh. Nutrisi yang umumnya kita konsumsi sehari hari adalah nutrisi fisik yang dihasilkan dari makanan dan minuman yang sehat. Selain nutrisi fisik ada satu lagi jenis nutrisi yang harus dipenuhi oleh setiap individu yakni nutrisi psikologis.

You’re What You eat,

Istilah you are what you eat sering kita dengar baik dalam sosial media dan lainnya, tidak jarang  ungkapan tersebut  diasosiasikan dengan istilah gemuk dan kurus. Hal tersebut mungkin disebabkan karena tidak sedikit orang menganggap gemuk karena makan banyak dan orang yang kurus karena makannya sedikit. Benarkah hal tersebut?

Masa depan kesehatan tubuh kita ditentukan oleh apa yang kita konsumsi saat ini dan di masa dulu dan kini. Tak hanya itu, apa yang kita makan saat ini  turut menentukan kualitas manusia yang akan datang. Sayangnya, sebagian dari kita tidak sadar tentang hal itu.

Selain tingkat awareness yang masih rendah, masalah dampak dari globalisasi juga mulai mempengaruhi pola tingkah laku di masyarakat, terutama pada pola konsumsi makanan.

Faktanya Beberapa penyakit  yang berkembang karena pola konsumsi makanan di antaranya adalah

Kadar kolesterol normal (di bawah 190), risiko terkena penyakit kardiovaskular di usia 70  tahun  hanya 10 persen. Jika kadar kolesterol berlebih (di atas 300), risiko penyakit jantung dan pembuluh darah 30 persen terjadi di usia 40 tahun. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan, prevalensi stroke naik dari 0,83 persen (2007) menjadi  1,21 persen (2013) dan hipertensi dari 7,6 persen menjadi 9,5 persen (2013). Hal itu terkait kadar kolesterol dari konsumsi makanan yang tinggi kadar lemak jahat. Prof. Ratna Djuwita Hatma dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Rabu (24/9) menjelaskan, tiap makanan memiliki komposisi nutrisi berbeda, termasuk kandungan lemak. Pemilihan makanan apa yang dikonsumsi akan menentukan kadar lemak dalam darah kita.

Tahukan anda? Ada berapa jenis lemak dalam darah kita?

Ada empat jenis lemak, yakni asam lemak jenuh, asam lemak trans, asam lemak tak jenuh ikatan tunggal, dan asam lemak tak jenuh ikatan ganda. Jenis lemak yang biasa disebut lemak jahat adalah asam lemak jenuh dan asam lemak trans.Salah satu sumber lemak trans ialah mentega keras. Mentega sebenarnya merupakan protein nabati bagus bagi tubuh, tetapi kandungan lemak trans naik saat produk olahan susu itu dipanaskan dan mengeras. Konsumsi lemak trans meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

From Farm to PLATE:

Globalisasi telah berhasil mempengaruhi perilaku mengkonsumsi makanan pada individu, selain kebiasaan memakan masakan tidak sehat, kebiasaan berikutnya adalah kecenderungan masyarakat Indonesia dalam memilih makanan yang cenderung pragmatis dan memilih mengkonsumsi junk food dibanding masakan rumahan.

Mengapa JUNK FOOD Berbahaya ?

Food poisoning memang telah menjadi isu kesehatan sejak lama, hanya saja perhatian publik belum sampai pada taraf keseriusan. Data baru WHO tentang bahaya yang disebabkan oleh penyakit bawaan yang berasal dari makanan mulai menggarisbawahi mengenai ancaman global yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak aman, kebutuhan untuk aksi/tindakan yang terkoordinasi, serta pengelolaan rantai suplai makanan secara menyeluruh.

FAKTA Junk Food:

  1. Higienitas
  2. Lemak jahat yang dihasilkan dari minyak yang digunakan untuk menggoreng setiap kali
  3. Pengawet yang digunakan tidak aman
  4. Kemasan yang digunakan tidak aman

Oleh karena itu WHO mengusung jargon Food Safety pada International Health Day agar kesadaran mengenai tingkat keamanan pangan meningkat. Dengan merujuk pada permasalahan yang menjadi bahaya laten makanan tidak aman bagi anak-anak maupun orang dewasa, kita haurs mulai memperhatikan langkah-langkah tepat agar makanan yang kita konsumsi terjaga keamanannya dan tetap sehat.

Psychological of Eating 

You are what you eat, makanan bukan hanya mempengaruhi fungsi tubuh kita namun juga mempengaruhi kepribadian kita secara tidak langsung.

Allport (Feist & Feist, 2010) organisasi  dinamis yang terdiri dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Dalam hal tersebut jika kita uraikan satu  persatu bahwa kepribadian adalah organisai dinamis yang terdiri dari system psiko dan fisik individu yang menentukan cara individu tersebut dalam menyesuaikan diri dengan lingkung.

Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu system fisik dan psikis, makanan atau eating behavior termasuk kedalam system fisik yang dapat mempengaruhi kepribadian individu.

Kebiasaan makan sehat akan mendukung terpenuhinya perkembangan kepribadian yang optimal, dengan begitu perkembangan yang optimal akan mendukung individu memperoleh kesehatan secara fisik dan mental.

Stress dan Kesehatan

Stres merupakan suatu keadaan tertekan baik secara fisik maupun secara psikologis. Stres dapat mempengaruhi kita secara mental dan emosional. Hal ini dapat membuat kita merasa cemas dan kewalahan. Dapat membuat emosi kita pendek dan menyebabkan kita merasa tertekan.

Ketika stress, tubuh mengeluarkan hormon stres tertentu, seperti adrenalin dan kortisol, dilepaskan ke system tubuh. Ini bagus dalam dosis kecil. Bahkan dapat bermanfaat. Tapi jika stres berkepanjangan dan hormon-hormon ini terus dipompa ke dalam sistem, mereka benar-benar dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh dan kesehatan.

Sumber-sumber psikologis dari stres menurut Jeffey, Spencer A. Rathus, dan Beverly (2005)  tidak hanya menurunkan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri, tetapi secara tidak langsung  juga mempengaruhi kesehatan tubuh kita.

Sumber Stress

  1. Eksternal

 

  1. Internal stressor

Diskrepansi antara Ekspektasi dan Real

Demand

Adanya diskrepansi antara kebutuhan yang diperlukan dengan  resource yang dimiliki

Negative thoughts

Learn How To Coping Your stress,

What is Coping stress?

Menurut Lazarus & Folkman (dalam Sarafino, 2006) coping adalah suatuproses dimana individu mencoba untuk mengatur kesenjangan persepsi antara tuntutan situasi yang menekan dengan kemampuan mereka dalam memenuhi tuntutantersebut. Menurut Taylor (2009) coping didefenisikan sebagai pikiran dan perilakuyang digunakan untuk mengatur tuntutan internal maupun eksternal dari situasi yangmenekan. Menurut Baron & Byrne (1991) menyatakan bahwa coping adalah respon individu untuk mengatasi masalah, respon tersebut sesuai dengan apa yang dirasakan dan dipikirkan untuk mengontrol, mentolerir dan mengurangi efek negatif dari situasi yang dihadapi. 

How  Manage Your Stress

 

Health Revolution. EAT GOOD, FEEL GOOD, MANAGE YOUR STRESS

Referensi:

Evid, Jeffrey S., Spencer A. Rathus, Beverly Greene. 2005. Psikologi Abnormal. Ed.Kelima. Jilid 1. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama

Feist & Feist (2010).Theorys of Personality. Mc Graw Hill

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *