Pertemuan dan Diskusi bersama HIMPSI

 

Menindaklanjuti pertemuan yang telah terlaksana pada periode sebelumnya, ILMPI kembali mengadakan pertemuan dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk menjaga silaturahmi serta membicarakan kolaborasi lebih lanjut. Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2019 pukul 13.00 sampai pukul 14.30 WIB di sekretariat HIMPSI Pusat, berlokasi di jalan Kebayoran Baru nomor 85, Jakarta Selatan. Pada pertemuan kali ini ILMPI diwakilkan oleh saudara Alim Anggono selaku koordinator BPPK Nasional ILMPI, saudari Andi Novianti Rukmana selaku Koordinator Badan Pengembangan Organisasi Nasional ILMPI dan Ibu Ninin selaku Sekjend PP HIMPSI dan Ketua Tim Penyusunan RUU Keprofesian.

Pada pertemuan ini ada beberapa hal penting yang menjadi topik diskusi yaitu :

  1. RUU Keprofesian Psikologi
  2. Olimpiade Psikologi Indonesia
  3. Edukasi terkait profesi psikolog kepada masyarakat
  4. Kerjasama terkait PFA dan Psychology 911

Pukul 13.05, pertemuan dimulai dengan menanyakan tindak lanjut dari RUU Keprofesian Psikologi yang telah dibahas dalam pertemuan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan pergantian parlemen pada tahun ini. Pihak ILMPI menanyakan bagaimana mekanisme draft RUU yang telah dimasukkan ke DPR dan apakah akan dimasukkan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) atau tidak.

Ibu Ninin menjelaskan bahwa HIMPSI telah memasukkan naskah akademik RUU Keprofesian Psikologi ke DPR. Naskah tersebut telah diterima, dan telah dilakukan audiensi pada bulan Maret 2019 terkait tindak lanjutnya. Tahun ini, diupayakan agar RUU Keprofesian Psikologi sudah masuk kedalam Prolegnas, dibantu oleh beberapa psikolog yang diamanahkan di legislatif seperti Ibu Desi Ratnasari. Meskipun begitu, belum ada kepastian apakah RUU Keprofesian Psikologi dapat benar-benar masuk Prolegnas tahun ini disebabkan prolegnas 2019 telah disusun pada tahun 2018. Jika tidak dapat dimasukkan pada Prolegnas 2019, maka RUU Keprofesian Psikologi akan diusahakan untuk masuk Prolegnas 2020, dengan pembaharuan draf jika diminta oleh DPR.

Sebenarnya isi dari RUU Keprofesian Psikologi menegaskan kembali tentang kode etik Psikologi. Secara garis besar ada beberapa hal yang menjadi inti dari RUU Keprofesian Psikologi yaitu :

  1. Dibangun untuk melindungi profesi Psikologi.
  2. Masyarakat atau pengguna jasa lebih aman dalam bekerjasama dengan psikolog, karena ada hukum yang jelas sehingga psikolog akan menjadi lebih taat aturan.
  3. Bukan hanya menaungi psikolog tapi juga ilmuwan psikologi.
  4. Memperkuat kosekuensi terkait pelanggaran kode etik.
  5. Membahas lulusan luar negri psikologi.

Pada pukul 13.21 Pihak ILMPI memberikan hasil survei terkait RUU Keprofesian Psikologi yang dilakukan oleh Periode 2018/2019. Selanjutnya, ILMPI sepakat untuk membantu HIMPSI memberikan edukasi kepada masyarakat seberapa penting profesi psikologi dan apa saja profesi yang ada dalam dunia psikologi, karena pada kenyataannya pengetahuan terkait psikolog masih sangat minim. ILMPI juga dapat membantu membuat dan menyukseskan petisi dukungan terkait RUU Keprofesian Psikologi.

Setelah selesai membahas terkait RUU Keprofesian Psikologi, pada pukul 13.45 pembicaraan berlanjut membahasan tentang Olimpiade Psikologi Indonesia yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang. Olimpiade Psikologi Indonesia pada tahun ini dipusatkan di kota Depok. Pada pembahasan ini ILMPI menanyakan peran apa yang dapat diambil ILMPI sehingga dapat membantu mensukseskan acara tersebut. Untuk menentukan peran apa yang dapat diambil dalam perhelatan Olimpiade Psikologi Indonesia, pihak ILMPI harus bersurat terlebih dahulu kepada HIMPSI Wilayah Jakarta Raya selaku tuan rumah Olimpiade Psikologi Indonesia 2019.

Pada pukul 14.15 pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kerjasama ILMPI dan HIMPSI pada pelatihan PFA (Psychological First Aid) dan Psychology 911. ILMPI mengusulkan kerjasama kepada HIMPSI terkait pemateri ahli untuk pelatihan PFA serta pendamping untuk melakukan gerakan tanggap bencana pada program kerja Psychology 911. Hal ini disambut baik oleh pihak HIMPSI karena kebetulan ada kompatermen yang menangani terkait pengabdian masyarakat termaksud dalam hal kebencanaan dan meminta ILMPI agar dapat segera bersurat kepada HIMPSI Pusat sehingga dapat diteruskan kepada wilayah. Pertemuan diakhiri pada pukul 14.30 dengan melakukan sesi foto bersama.

One thought on “Pertemuan dan Diskusi bersama HIMPSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *