Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

Dapat kita pahami bersama bahwa narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya. Saat ini narkoba menjadi sebuah isu yang sangat menggemparkan dunia, di Indonesia terutama, hampir setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai kasus yang melibatkan baik itu pengedar maupun penyalahguna. Yah, seperti yang kita lihat narkoba menjadi suatu momok yang sangat menakutkan di kalangan masyarakat, kecemasan semakin meningkat akibat semakin maraknya penyalahgunaan narkoba yang dapat berakibat buruk pada diri sendiri, keluarga bahkan negara. Penyalahgunaan narkoba merupakan penjajah tanpa wajah, kini narkoba dijadikan suatu bisnis haram besar-besaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pengedarnya pun tidak hanya dari dalam negeri tapi luar negeri. Meskipun dulu kita dijajah secara fisik oleh bangsa-bangsa asing, namun sekarang kita dijajah secara abstrak oleh pihak-pihak asing, dimana pengaruh-pengaruh negatif yang datang tidak hanya melalui teknologi, namun pengaruh negatif tercipta dengan sendirinya di dalam permasalahan bangsa untuk menghancurkan bangsa itu sendiri. Kita tak lepas dari berbagai persoalan perkembangan remaja, remaja menjadi sasaran utama dalam perilaku-perilaku yang menyimpang, terindikasi bahwa narkoba lah penyebab dan sumber dari segala kejahatan, tawuran antar pelajar, kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan tindak kejahatan lainnya.

Jean Piaget memandang bahwa tahapan perkembangan kognitif remaja masuk pada tahap operasional formal, dimana remaja memandang dirinya hampir sama dengan orang dewasa, selalu ingin mengambil keputusan dgn sendirinya padahal Remaja masih menjadi tanggung jawab dibawah asuhan keluarganya. Namun intervensi dari lingkungan begitu kuat, nah hal itulah yang sering kali membuat remaja terjebak. Perkembangban remaja juga dpt kita lihat melalui fisiknya, secara biologis. Terdapat pertumbuhan hormon-hormon baik testosteron untuk laki-laki dan esterogen untuk perempuan. Perkembangan sosio emosi pada remaja juga sangat mempengaruhi regulasi dirinya, kepercayaan diri, perilaku coba-coba karena rasa ingin tahu yang bgtu besar, pengaruh teman sebaya. Serta dalam teori psikososial erikson, tahapan remaja masuk pada identity vs Role Confusion. Di mana Masa remaja ini merupakan masa peralihan dan kadang remaja merasakan tingkat stress yang begitu besar, dapat juga dikatakan sebagai masa badai. Melalui perspektif psikoanalisa, pola asuh orgtua menjadi peran utama dalam menjadikan anak berhasil melewati masa perkembangannya dgn baik. Peranan orang tua sangat penting karena itu berlangsung sepanjang hidup, tekanan dan pengaruh lingkungan dapat di atasi jika peranan orang tua betul-betul berjalan dengan baik. Dari sudut pandang humanistik, remaja seringkali tidak mencapai dirinya. Artinya remaja gagal dalam menemukan potensi dirinya sehingga terjadi inkongruen. Begitupun dengan behavioristik, pengaruh lingkungan sangat besar.

Sehingga remaja seringkali sulit untuk mengontrol dirinya, maka seringkali remaja di kontrol oleh lingkungannya, baik itu pengruh positif maupyn.negatif semuanya diterima jika remaja merasa nyaman berada pada posisi lingkungan yg negatif karena diterima dgn baik dilingkungan itu dan mendpt banyak reward dan terdpt reinforcement terhdp perilakunya. Kesimpulan : Penyalahgunaan Narkoba sangat berdampak buruk pada Generasi Bangsa yg akan dtg, kita tdk akan pernah tau bangsa kita 20 tahun kedepan seperti apa jika remaja sedini mungkin telah rusak oleh narkoba.

Dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional pada tanggal 26 Juni, melalui pengakajian yang dilakukan oleh BPPKwil Maka ILMPI wil VI, akan melakulan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya penyalahgunaan Narkoba melalui Pendekatan Yang Humanis, Baik ke Remaja maupun orgtuanya serta Lingkungan Sekolah.

BPPK Wilayah VI, Kajian Strategis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *