KADERISASI KEMAHASISWAAN PSIKOLOGI

Bagaimana seharusnya sistem kaderisasi khususnya dalam lingkup kemahasiswaan psikologi?

Nurismi – Universitas Bosowa

Saat mendengar pertanyaan tersebut, saya menyadari banyak hal yang seharusnya memang harus di ungkap agar tidak lagi terjadi berbagai kekeliruan dalam bersikap dan berperilaku terutama sebagai insan yang menyandang kaum intelektualis bergelut dalam mengkaji proses-proses mental.
Tentu, sebelum melakukan aktivitas kaderisasi, tahap demi tahap perlu untuk diselidiki. Mengingat beragam karakteristik yang menyasar mahasiswa baru, maka seharusnya langkah awal yang perlu dilakukan oleh pihak kelembagaam yaitu membangun integritas dalam independensi lembaga. Perlu di perhatikan bahwa dalam membangun integritas secara tidak langsung meyakinkan sasaran bahwa lembaga yang akan merekrut mereka sebagai kader/generasi terpercaya. Dalam hal ini membuat mereka meyakini bahwa dari kelembagaan sendiri bisa dipercaya sebagai wadah yang di butuhkan mahasiswa dalam berproses menjadi lebih baik dan belajar memahami banyak hal yang bisa menunjang kompetensi mereka sebagai mahasiswa psikologi.
Kemudian, setelah membangun rapport ke sasaran, melakukan pendekatan emosional yang profesional dengan tujuan mengenali dan menggali lebih dalam pola-pola permasalahan tiap sasaran perindividu yang kemudian dianalisis menggunakan apa saja daftar permasalahan mahasiswa. Perlu pula di sadari bahwa psikologi itu dinamis, maka sebenarnya kita tidak bisa membuat program baku yang diberlakukan setiap tahun dan turun temurun, beda masa beda perlakuan. Memperlakukan orang secara manusiawi dan humanis itu perlu dibangun dengan cara-cara yang inovatif, kreatif dan tidak dikriminatif agar kederisasi yang dihasilkan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan serta dapat terukur secara berkesinambungan.
Kata kunci yang perlu kita pahami bersama bahwa dalam melakukan kegiatan kaderisasi sebagai pelaksana harus lebih berhati-hati, kesan psikologis itu sangat mempengaruhi sehingga sedari awal muncul dihadapan sasaran yaitu bukan seberapa hebat, keren dan kerasnya orang-orang dalam lembaga yang hanya terkesan menakut-nakuti melainkan menciptakan ruang-ruang yang harmonis setiap waktu. Secara otomatis tanpa mengharapkan penghormatan diatas segalanya, mereka keder-kader yang berkualitas akan segan dan keakraban tetap terjalin dilingkup kelembagaan sesuai dengan keilmuan Psikologi.

Post Author: ILMPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *