Kaderisasi yang Ideal Untuk Mahasiswa

Cetryn Tatiana
Universutas Islam Sultan Agung Semarang

Kaderisasi yang ideal untuk mahasiswa psikologi agar menjadi mahasiswa yang mengabdi untuk negeri.

Jangan dikira pengabdian pada negeri hanya identik dengan TNI maupun POLRI, semua pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat diIndonesia termasuk Sarjana Psikologi, Psikolog, dan ilmuwan psikolog memiliki tanggung jawab pada masyrakat atas pengabdiannya. Termasuk juga yang masih dalam program pendidikan nya,yaitu mahasiswa psikologi.

Sebagai Mahasiswa Psikologi yang memiliki ilmu tentang berbagai perilaku dan tingkah laku manusia menjadikan mahasiswa psikologi lebih berkompeten dalam melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia,seperti memahami orang lain, terbuka dengan lingkungan baru, dan pengelolaan sumber daya manusia, termasuk dalam kaderisasi.

Kaderisasi untuk mahasiswa psikologi, harus lah tanpa perpeloncoan,pembulyan/perundungan,kekerasan,intimidasi,diskriminasi, agresi,dll.
Didalam kaderisasi mahasiswa psikologi dalam suatu organisasi,kelompok, atau masuk kedalam fakultas psikologi itu sendiri memerlurkan makna atau tujuan yang bermanfaat didalam kaderisasi tersebut, suatu kelompok organisasi yang melaksanakan kaderisasi harus memperhitungkan manfaat bagi masyarkat luas. Contohnya ada bakti sosial, ikut pembangunan desa, mengajar/memberi edukasi pada masyarakat yang membutuhkan, membantu menyalurkan bantuan, memberikan motivasi pada masyarakat,dll.
Jadi dalam kaderisasi masyaraka merasakan manfaatnya,dan ini dilakukan terus menerus,mungkin setahun sekali,atau jadi agenda setengah tahun sekali,dll.
Selain untuk masyarakat, dalam kaderisasi juga memiliki manfaat untuk anggotanya sendiri.
Mereka dikembangkan soft skillnya lewat interaksi dengan masyarakat dan sesama anggota.
Didalam kaderisasi juga disertakan materi tentang intra keorganisasian, tengtang kemanfaatan organisasi itu sendiri, dan itu akan melekat pada setiap anggota baru bila langsung dipraktekan.
Ketika menyampaikan materi perlu diberi sela sela game, atau icebreaking ahar fikiran bisa fresh dan suasana tidak jenuh dan membosankan.
Untuk senioritas sangat harus bisa dimanfaatkan dalam kaderisasi, karena seperti apa nanti(ketika jadi senior) orang yang baru ikut dalam oranganisasi gambarannya  adalah senio4.
Dalam kaderisasi, senior harus menunjukan kualitas maupun kompetensi mereka dalam berorganisasi dan pemberian manfaat bagi masyarakat. Sehingga ketika junior melihat senior mereka yang hebat bisa menjadi inspirasi,acuan,dan semangat bagi mereka.

Akan sangat menarik bila dalam kaderisasi ada outbond maupun game kelompok yang mengajarkan kerja sama,kerukunan,kekompokan,jujur,amanah,mujhid muzhid, dan pantang menyerah. Game harus dikemas dengan baik dan menarik.

Kunci dalam kaderisasi adalah memanusiakan manusia, anggota baru bukanlah objek untuk pelampiasan kemarahan atau yang lain(yang bersifat negati)

Maka dari itu mulailah dari dalam diri kita sendiri untuk menghargai. Jangan hanya mau dihargai,tanpa mau menghargai.

Post Author: ILMPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *