Kaderisasi Mahasiswa : Sebuah ironi tradisi yang keberadaannya layaknya pisau tajam

Nama : Muhammad Farid Hermawan Asal Universitas: Universitas Lambung

Kaderisasi Mahasiswa : Sebuah ironi tradisi yang keberadaannya layaknya pisau tajam

“Bagaimana seharusnya kaderisasi mahasiswa Psikologi yang ideal ?”
Pokok bahasan tulisan kali ini tentu pertanyaan diatas. Mencari sebuah konsep yang disebut “IDEAL” tentu perlu waktu dan kesabaran tingkat tinggi. Mungkin pola pikir penulis lebih menyukai penulisan kata “LAYAK” dibandingkan “IDEAL. Karena penulis yakin ketika kata layak sudah diterapkan selama masa kaderisasi mahasiswa, terutama mahasiswa psikologi. Maka sesuatu yang dicita-citakan atau diangan-angankan dalam makna Ideal pasti akan dicapai.
Penulis bukanlan seorang Psikolog,seorang ahli filsafat ataupun seorang mahasiswa cerdas berprestasi Internasional. Penulis hanya seorang mahasiswa yang tentunya pernah merasakan yang namanya kaderisasi. Semua siswa ataupun mahasiswa dapat dipastikan pernah merasakan apa yang disebut kaderisasi. Semenjak SMP,SMA bahkan hingga menduduki dunia perkuliahan apa yang disebut kaderisasi selalu membayangi.
Sistem kaderisasi atau masyarakat sering menyebutnya OSPEK adalah tradisi yang sudah melekat jauh-jauh hari dalam berbagai tingkat kehidupan di masyarakat Indonesia. Ospek atau kaderisasi awalnya adalah sesuatu yang dipenuhi ajang senioritas dan terkesan sangat tidak mendidik, yah awal yang buruk memang untuk sebuah tradisi yang tentunya selalu diterapkan hungga sekarang. Sistem kaderisasi sudah ada sejak era kolonial sekitar tahun 1898. Sejarah berkata sistem kaderisasi awalnya adalah ajang yang penuh senioritas dan terus berkembang ke arah perpeloncoan . Banyak pro dan kontra memang. Namun sistem ini masih terus berjalan hingga detik ini, bedanya sistem kaderisasi saat ini dijejali dengan aturan yang sangat ketat.
#Ini bukan ajang unjuk kekuatan dan ini bukan lahan untuk mencari pembalasan
Kaderisasi adalah sebuah ironi di negeri ini, apakah terlalu berlebihan ? Apakah setelah selesai kaderisasi semua mahasiswa akan berperang dengan kepala plontos sambil menyanyikan yel-yel penyemangat dan setelahnya terkapar denga kenyataan dunia perkuliahan serta dunia kerja yang lebih kejam ketimbang kepala plontos dan teriakan yang melambangkan kedisiplinan saat kaderisasi. Sebuah hal yang lucu memang, namun tentu perlu ditanggapi dengan serius. Kaderisasi mahasiswa adalah sesuatu yang sangat diperlukan tetapi bisa juga sangat tidak diperlukan, mengapa? Pola pikir disiplin tentu perlu dimiliki oleh mahasiswa. Kaderisasi tentu menjadi ajang yang cocok untuk meningkatkan sistem disiplin terhadap mahasiswa. Itu adalah bagian yang diperlukan dalam kaderisasi. Lantas kenapa kaderisasi juga bisa sangat tidak diperlukan? Mari kita menengok ke sistem yang sedang berlangsung, apa yang kita lihat dan bagaimana perilaku mahasiswa yang katanya sudah melewati yang namanya kaderisasi. Kebanyakan dan memang banyak, pola disiplin mahasiswa hanya dilakukan pada saat masa kaderisasi saja. Selanjutnya semua yang didapatkan selama masa kaderisasi mungkin hanya diterapkan oleh beberapa mahasiswa saja.
Penulis bukan penikmat ajang pembalasan berkedok meningkatkan disiplin. Dan tentunya hingga sekarang masih ada ajang pembalasan dalam sistem kaderisasi mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa psikologi yang mempelajari bagaimana sebaiknya manusia berprilaku tentunya kita dituntut sadar bahwa ajang pembalasan adalah hal yang bisa disebut pembodohan yang terorganisir.

#Tradisi yang layaknya sebuah pisau
Kaderisasi bisa kita sebut sebuah tradisi, hampir semua mahasiswa tidak hanya mahasiswa psikologi pernah merasakannya. Tradisi yang penuh kontroversi dan hal-hal gila awalnya. Namun terus diterapkan dengan lambang kedisiplinan tingkat tinggi serta harapan menciptakan generasi emas yang disiplin dengan kepala plontosnya. Tradisi yang bagus memang namun tradisi tersebut layaknya pisau tajam. Pisau tajam yang bila digunakan secara bijak dan penuh perhitungan akan menjadi senjata ampuh menumpas berbagai macam masalah. Pisau tajam tersebut tentunya juga akan sangat berbahaya jika dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mempermainkan pisau tajam tersebut secara brutal. Tentu dapat membunuh orang lain dan juga suatu saat akan menjadi senjata makan tuan bagi diri sendiri. Aturan yang jelas tentu perlu diterapkan oleh pemegang kebijakan, terutama oleh orang-orang penting berkemeja mahal nan rapi mengenai “Pisau” yang tajam tersebut.

#Lantas Bagaimana Kaderisasi yang Diperlukan Terutama Bagi Mahasiswa Psikologi
Singkatnya kaderisasi yang diperlukan saat ini adalah apa yang kita sebut “memanusiakan manusia”. Mahasiswa bukan kelinci percobaan yang diotak-atik perilakunya menggunakan peraturan yang dicoba-coba tanpa adanya penelitian dan penilaian sebelumnya. Ketika berbicara bagaimana dan apa yang diperlukan, sistem kaderisasi adalah sebuah kebijakan yang perlu dibuat sebuah blue print yang nantinya akan menjadi panduan dasar bagaimana semua sistem bekerja yang bermuara pada proses kaderisasi nantinya. Ketika panduan dasar yang sebelumnya sudah melalui tahap penelitian yang valid dan berbagai ujicoba yang terus dimatangkan, maka kaderisasi terutama bagi mahasiswa psikologi pastinya akan lebih terstruktur dan bermanfaat. Pola kaderisasi yang berporos pada teori sebaiknya lebih diminimalisir,bukan untuk dihapus tetapi porsinya saja yang dikurangi karena alangkah lebih baik jika praktik lapangan lah yang lebih bermanfaat. Karena ingat, kadang teori berbanding terbalik dengan keadaan di lapangan. Program semacam pengabdian masyarakat tentu akan sangat bermanfaat selama masa kaderisasi. Tidak hanya terjun langsung ke lapangan, para mahasiswa psikologi tentunya juga akan banyak belajar mengenai perilaku manusia secara langsung dan akan tahu permasalahan apa saja yang saat ini terjadi dimasyarakat.
Intinya kita memerlukan panduan baku yang menjelaskan bagaimana sistem kaderisasi. Yang nantinya akan disebar kesuluruh Universitas dan tentunya akan lebih mudah dipantau serta meminimalisir sistem perpeloncoan yang seolah menjadi momok saat kaderisasi berlangsung.
#Ketika Semua Paham Apa Makna Dari Kaderisasi
Mungkin ini adalah paragraf penutup dari beberapa paragraf diatas. Dengan tulisan ini, penulis dapat memberikan setidaknya ide-ide kecil yang mungkin bisa diambil manfaatnya untuk kebaikan sistem kaderisasi mahasiswa di waktu yang akan datang.
So, Sebelum kita ingin mencapai sebuah ke idealan kaderisasi. Mari kita merenungkan kembali makna sebenarnya dari kaderisasi mahasiswa itu sendiri. Sebenarnya makna kaderisasi sendiri adalah hal sederhana yang bertujuan menciptakan SDM yang berkelanjutan,bermoral,disiplin dan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan yang paling sederhananya lagi, kaderisasi adalah ajang mahasiswa mengenal kampus mereka tercinta, sistem kuliah yang akan mereka hadapi dan para dosen dan staf yang nantinya akan lebih sering berkomunikasi dengan mereka. Sesedarhana itu bukan? Lantas mengapa kita mempersulitnya dengan praktik-praktik gila yang seharusnya sangat tidak diperlukan?
THINK AGAIN!

Post Author: ILMPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *