Bicara Tentang Kaderisasi

Nama : defryansyah Amin
Asal Universitas : UI

Bicara tentang kaderisasi kita akan menitikberatkan kepada sebuah harapan yang selama ini ingin kita capai sebagai mahasiswa psikologi, terutama ketika kita mencari sosok yang IDEAL. pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu sosok ideal sebagai seorang mahasiswa psikologi?
bagi saya hal yang terpenting dimiliki oleh mahasiswa psikologi adalah wawasan luas, kepekaan, dan keinginan untuk membantu satu sama lain. Mengapa demikian ? kita coba membicarakan satu per satu hal penting tersebut. Mengapa saya menggarisbawahi 3 hal tersebut. Karena menurut saya.
1. Wawasan luas –> hal ini dibutuhkan oleh setiap mahasiswa baik di Indonesia maupun di luar negeri, apalagi kita adalah mahasiswa psikologi yang notabene akan berhubungan dengan manusia, makhluk unik yang tidak pernah memiliki kesamaan satu sama lain, memiliki bentuk fisik yang berbeda, memiliki kepribadian yang berbeda, dan kemampuan untuk tampil yang berbeda-beda pula. Untuk itu semakin kita membuka kacamata kita memahami setiap manusia (dengan kata lain: wawasan yang luas), semakin terbantu pula kita untuk memahami manusia yang ada.
2. kepekaan —-> mengapa demikian ? saya melihat perkembangan mahasiswa saat ini dengan paparan modernisasi, zaman globalisasi, semakin terkikis pula kepekaan yang dimiliki oleh individu zaman sekarang. Kembali lagi kita lihat bahwa kita adalah mahasiswa psikologi yang mempelajari tentang manusia beserta interaksi-interaksi yang terjadi pada mereka, kepekaan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hal tersebut. Setidaknya kita kaan menjadi lebih sensitif memahami orang-orang yang berada di sekitar kita. Tidak harus langsung membantu, dengan memahami saja perlahan kita akan tahu apa yang seharusnya kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita.
3. keinginan untuk membantu. mungkin ini hal terakhir yang perlu kita tanamkan sebagai mahasiswa psikologi. kita hampir sama seperti ilmu kedokteran yang lainnya, dimana kita belajar dan pada akhirnya akan menjadi harapan orang di luar sana untuk dapat membantu mereka. Penanaman keinginan untuk membantu orang lain perlahan akan menumbuhkan motivasi kita untuk belajar dan memahami lingkungan sekitar untuk setidaknya dapat membantu satu sama lain. Ibaratnya seorang dokter yang memiliki keahlian, dan memiliki kemampuan untuk membantu orang lain dengan potensi yang ia miliki. Apakah tidak begitu mubazir jika kita menyia-nyiakan apa yang kita miliki tersebut ?

Mari kita tinjau ketiga hal tersebut dari segi kaderisasi.
pertama kita sudah mencoba merancang sebuah harapan tentang mahasiswa ideal. Bagi saya untuk melakukan pelatihan agar mencapai ketiga hal tersebut adalah dengan memperbanyak praktek di lingkungan sekitar, memahami fenomena apa yang terjadi saat ini, meningkatkan kepekaan dengan turun langsung di lapangan, dan menjauhkan hal-hal yang berbau senioritas. Mengapa demikian? kita adalah mahasiswa yang ditempa sebagai sosok yang akan berhubungan dengan well-being manusia di sekitar kita, bukan berhubungan dengan sebuah mesin ataupun alat-alat lainnya. Keterampilan yang kita butuhkan bukan dari segi push up, lari, memarahi dan sebagainya. kita bukan dituntut untuk menjadi polisi ataupun tentara yang keras, maupun sebagai orang-orang lapangan yang berkecimpung dengan alat-alat berat. Kita dituntut sebagai orang yang memiliki keterampilan untuk berpikir, memiliki kepekaan dan empati, serta kreativitas untuk memahami keunikan manusia yang ada. yang kita butuhkan adalah pelatihan-pelatihan yang mempertajam kemampuan analisa, memperkaya wawasan dan mungkin hingga kemampuan memahami orang lain. Training hal-hal tersebut saya rasa jauh lebih penting dibandingkan dengan kegiatan senioritas yang saya rasa justru memunculkan kecemasan yang akan dirasakan oleh mahasiswa untuk mencapai tujuannya, karena kita sendiri harus paham bahwa setiap orang memiliki keunikan masing-masing, masa lalu masing-masing, dan kapasitas (vulnerability) masing-masing dalam menghadapi stimulus di lingkungannya. Setidaknya dengan menjauhi senioritas dsb, kita akan sedikit mengapresiasi orang lain di lingkungan sekitar kita dan membuat mahasiswa belajar pentingnya memahami dan saling peka satu sama lain 🙂

mungkin itu sekilas tentang tulisan saya atas kaderisasi mahasiswa psikologi yang ideal. mohon maaf jika kurang berkenan dengan pendapat saya karena saya hanya mencoba menyampaikan aspirasi yang saya miliki. terima kasih

Post Author: ILMPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *