Masihkah Buku Menjadi Jendela Kita??

infografis artikel buku

Masihkah buku menjadi jendela kita? : “Buku adalah jendela dunia”

 

“yang paling berbahaya dari rendahnya minat baca adalah tingginya minat berkomentar”

Zed RS

 

Pada pertengahan bulan Mei, tepatnya 17 Mei 2016 merupakan Hari Buku Nasional. Penentuan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional sendiri merupakan ide Mentri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fadjar 2002. Ide awal pencetusan Hari Buku Nasional ini datang dari golongan masyarakat pecinta buku, yang bertujuan memacu minat atau kegemaran membaca di Indonesia, sekaligus menaikkan angka penjualan buku. Hari buku Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan dan melestarikan budaya membaca buku, karena dengan terciptanya budaya membaca yang baik dan teratur maka ilmu pengetahuan akan semakin bertambah. Budaya membaca bisa didefinisikan sebagai kegiatan positif yang dilakukan untuk melatih otak agar mampu menyerap segala informasi yang diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu.

 

Apabila melihat potret realitas Indonesia saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa buku telah tertingggal jauh oleh kecanggihan teknologi yang membuat generasi zaman sekarang seakan tutup mata untuk melirik buku. Survei menunjukan bahwa Indonesia menduduki tempat terendah dalam minat baca di kawasan Asia Timur (OECD, 2009) dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang memiliki minat serius dalam membaca, rata-rata orang Indonesia membaca buku pertahun yaitu kurang dari (<) 1 judul buku, sedangkan Jepang bisa sampai 10-15 buku dalam sehari dan Amerika bisa sampai 20-30 judul buku dalam sehari (UNESCO, 2012). Lantas apa peran kita sebagai generasi muda untuk fenomena yang begitu tragis tentang minat orang Indonesia dalam membaca buku ini? Untuk itu sebenarnya dengan adanya peringatan Hari Buku Nasional ini setidaknya kita mampu menumbuhkan kecintaan terhadap membaca buku, karena pada hakikatnya membaca buku adalah kebutuhan setiap individu. Problematika mendasar masalah minat baca pada masyarakat indonesia adalah pada tingkat intensitas aktivitas membacanya yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan asia. Faktor budaya dapat dikatakan sebagai penyebab dari permasalahan tersebut dimana budaya lisan dan visual di Indonesia lebih dominan dan menunjukkan angka mayoritas terhadap budaya baca. Permasalahan tersebut juga dipengaruhi oleh seberapa jauh proses pengenalan perilaku dan minat baca sedini mungkin. Untuk hal tersebut peran orang tua dan lingkungan anak lebih diutamakan sebagai pembentukan semangat membaca dalam diri anak. Pada umumnya anak yang gemar membaca mendapat pengaruh dari orang tua maupun lingkungannnya yang kemudian pengaruh itu berkembang menjadi stimulus pada si anak untuk menumbuhkan minat dan perilaku gemar membaca.

 

Lalu, seberapa jauh masyarakat Indonesia sadar akan fenomena buku di zaman sekarang ini? Ini perlu menjadi cambukan besar bagi kita generasi muda agar setidaknya merubah minat baca buku menjadi lebih tinggi. Kemudian penting gak sih baca buku? Menurut Maghfiratul Istiqamah salah satu Founder Ulet Buku daerah Semarang dengan membaca buku mata akan menjadi jauh lebih sehat, kemudian di buku tidak akan ada notifikasi “smartphone” yang mengganggu, kita juga mampu merasakan serunya berada di toko buku, selain manfaat secara keilmuan buku memang sangat kaya buku juga mampu membuat ruangan jauh lebih bagus dan keren. Manfaat dari membaca buku diatas hanya sebagian kecil dari banyaknya manfaat membaca buku, hanya saja masyarakat khususnya Indonesia terlalu terlena dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang. Zed RS berkata “yang paling berbahaya dari rendahnya minat baca adalah tingginya minat berkomentar” fenomena ini cukup nampak nyata, semakin rendahnya minat baca seseoarang dia akan semakin mudah berkomentar, kenapa demikian? Karena ketika bacaan yang kita dapat itu kurang kita akan mudah mengkritik atau memberi komentar kepada hal-hal yang sebenarnya belum kita ketahui seluk beluknya. Jadi apakah buku masih menjadi jendela kita?

 

Dengan fenomena diatas tumbuhlah gagasan bahwa membaca dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang yang disebut dengan Biblioterapi (jack & Ronan, 2008) sehingga apa yang dibaca oleh seseorang akan berpengaruh pada cara pandang, sikap dan reaksi terhadap sesuatu hal. Oleh karena itu bacaan menjadi penting untuk diperhatikan dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Istilah biblioterapi mula-mula muncul pada awal abad 20, Crothes tahun 1916 mengenalkan istilah ini. Biblioterapi merupakan terapi memberikan buku atau cerita bertema tertentu terkait dengan permasalahan pribadi dan sosial untuk membantu individu atau kelompok agar memperoleh insight mengenai masalah pribadinya dan belajar cara-cara yang lebih sehat dalam menghadapi kesulitan (Heath dkk, 2005;  Cook dkk, 2006). Biblioterapi dibedakan menjadi dua yaitu 1) biblioterapi kognitif 2) biblioterapi afektif.

 

Biblioterapi kognitif ini meyakini bahwa proses belajar merupakan mekanisme utama dari sebuah perubahan dan buku-buku non fiksi dipilih untuk mengajarkan seseorang sebagai bentuk intervensi. Asumsi dasarnya behavioral-kognitif, yakni semua perilaku adalah hasil belajar, dan karenanya segala sesuatu dapat dipelajari dibawah bimbingan yang tepat. Sedangkan biblioterapi afektif berakar pada teori psikodinamik yang berpandangan: penggunaan bacaan untuk membuka pikiran-pikiran, perasaan-perasaan dan pengalaman seseorang. Asumsi dasarnya: seseorang menggunakan mekanisme pertahanan diri seperti represi untuk melindungi diri  dari sesuatu yang menyakitkan. Ketika menggunakan mekanisme pertahanan diri, individu menjadi tidak terhubung dengan emosinya, tidak sadar perasaan yang sesungguhnya, sehingga tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. Cerita akan membantu dengan memberi kesempatan individu untuk mendapatkan insight.

 

FOKUS BIBLIOTERAPI:

Biblioterapi remedial: ditujukan pada penggunaan klinis untuk membimbing pembaca yang mengalami masalah emosi dan perilaku. Gladding (2000): biblioterapi dapat digunakan sebagai bentuk konseling remediasi yaitu konseling yang bertujuan untuk mengoreksi, misalnya membantu individu yang memiliki harga diri rendah dan kecemasan tinggi. Biblioterapi perkembangan: membimbing pembaca untuk mengalami interaksi dinamis antar kepribadian pembaca dan bacaan. Biblioterapi perkembangan menurut Cook, dkk (2006) dirancang sebagai pendekatan proaktif yang ditujukan untuk memunculkan perilaku atau memudahkan seseorang dalam memperoleh solusi-solusi dalam situasi spesifik.

 

Berikut ini kelebihan penggunaan biblioterapi (Jack & Ronan, 2008)

  1. Meningkatkan pemahaman mengenai reaksi psikologis dan fisiologis dirinya terhadap frustrasi dan konflik,
  2. Meningkatkan pemahaman antara terapis dan klien yang dapat meningkatkan penyembuhan psikologis
  3. Mendorong verbalisasi masalah-masalah yang secara umum sulit disampaikan
  4. Menstimulasi berpikir secara konstruktif dalam sesi-sesi terapi dan menganalisa sikap-sikap dan pola-pola perilaku selanjutnya,
  5. Memperkuat kemunculan perilaku dengan aturan-aturan dan contoh yang terkendala pola-pola sosial dan budaya dan pola perilaku infantil yang terhambat
  6. Menstimulasi imajinasi.

 

Melalui hari buku Nasional ini, mari kita kembali melestarikan budaya membaca buku. Bersama-sama kita kembalikan budaya membaca di lingkungan sekitar kita.

 

Yuk, kita kembali membaca dan nikmati buku!

 

 

 

 

 

 

Sumber:

http://cibubur.globalmandiri.sch.id/component/content/article/310-sejarah-hari-buku-nasional.html

http://www.riaupos.co/1929-opini-hari-buku-dan-masalah-minat-baca-.html#.V0W2vDV97Dd

Jack, S. J., & Ronan, K. R. (2008). Bibliotherapy: Practice and research. School Psychology International, vol 29 (2), 161-182.

http://kangkoez9.blogspot.co.id/2009/05/kajian-terhadap-fenomena-minat-baca.html

Harper, E. (1989). Bibliotherapy intervention exposure and level of emotional awareness among students with emotional and behavioral disorder. Thesis (unpublished). Kent state university.

Cook, K. E., Earless-Vollrath, T., & Ganz, J. B. (2006). Bibliotherapy. Intervention in School and Clinic, 42 (2), 91-100.

Gladding, S. T. (2000). Counseling: A Comprehensive Profession. Fourth edition. New Jersey: Prentices-Hall, Inc.

http://babongpedia.blogspot.co.id/2015/05/selamat-hari-buku-nasional.html

https://polka.id/peringatan-hari-buku-nasional-dan-pentingnya-membaca/

http://www.riaupos.co/1929-opini-hari-buku-dan-masalah-minat-baca-.html#.V0W8ozV97Df


Berita Acara Rakerwil ILMPI Wilayah IV

1464997789655

 

22 April 2016

Setelah seleksi dan pemilihan pengurus ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) periode 2016-2017 bulan februari, pengurus beserta delegasi anggota ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) dipertemukan di acara Upgrading I dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah dari Rapat Kerja Wilayah tahun 2016 ini.

Sore itu, satu per satu pengurus dan delegasi anggota ILMPI Wilayah IV mulai berdatangan menuju lokasi Upgrading dan Rakerwil yang bertempat di Student Convention Center (SCC) UII, Kaliurang, Sleman. Disana kita disambut oleh panitia dari UII dan kami pun ditunjukkan ruang tidur yang kami tempati selama 2 hari kedepan.

Sebelum acara pembukaan Upgrading I dan Rakerwil dimulai terlebih dahulu kami makan malam di ruang yang telah disediakan bersama-sama. Pukul 20.00 WIB, dimulailah acara pembukaan Upgrading I dan Rakerwil, seluruh peserta yang terdiri dari pengurus dan delegasi anggota ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) berkumpul di aula SCC UII. Terdapat 3 sambutan di acara ini, yaitu yang pertama disambut oleh Retno Nur Susilowati selaku Ketua Pannitia Upgrading I dan Rakerwil ILMPI Wilayah IV, kemudian sambutan yang kedua yaitu Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah ILMPI Wilayah IV, dan yang terakhir yaitu Rahmat Mulya selaku yang mewakili Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII sekaligus membuka acara Upgrading Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta).

Setelah acara sambutan dan pembukaan selesai, acara yang pertama adalah Upgrading dengan pembahasan pertama yaitu Sejarah ILMPI oleh Moh. Modrik AM dan Manajemen Organisasi oleh Rendi Septiyanto. Pembahasan Sejarah ILMPI dan Manajemen Organisasi berakhir pada pukul 00.00 WIB. Selanjutnya, seluruh peserta dipersilahkan untuk kembali ke kamar masing-masing untuk tidur karena esok kegiatan telah menanti.

23 April 2016

Pukul 05.00 WIB terdengar suara panitia membangunkan para peserta untuk sholat subuh yang dilanjutkan dengan persiapan jalan pagi. Pukul 06.00 WIB, semua peserta telah berkumpul di halaman SCC UII. Setelah itu, kami dibagi menjadi 4 kelompok yang beranggotakan 7-8 orang. Setiap kelompok memilih ketuanya. Kami diminta untuk berjalan sesuai dengan petunjuk panitia. Disana terdapat 2 pos. Di setiap pos, kami bermain 1 permainan. Pada pos pertama, kami bermain permainan benang kusut dan pos kedua, bermain menyampaikan pesan melalui gambar.

Setelah semua kelompok kembali ke halaman SCC UII, kita kembali bermain permainan yang tidak kalah serunya dengan permainan yang sebelumnya. Permainan-permainan itu mengundang tawa dan menambah keakraban di antara peserta. Di antara semua permainan, yang paling seru adalah permainan transfer water, canda dan tawa menambah keseruan permainan ini, banyak peserta yang basah karena terlalu asik bermain dan bercanda.

Permainan pun berakhir, peserta diminta untuk membersihkan dan mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya. Kegiatan selanjutnya adalah upgrading dengan pembahasan yaitu Analisis Sosial oleh Fiqah Soraya Alhaddar selaku Koordinator BPPMNAS. Sebelum kegiatan dimulai, peserta terlebih dahulu sarapan di ruangan yag telah disediakan. Pembahasan Analisis Sosial dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, peserta dipersilahkan untuk istirahat, makan siang, dan juga sholat dzuhur sampai pukul 13.00 WIB.

Pukul 13.00 WIB, semua peserta telah berkumpul di aula SCC UII. Kegiatan upgrading pun dilanjutkan. Pembahasan selanjutnya yaitu Pelatihan Administrasi yang dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Pelatihan Administrasi Kesekretariatan oleh Aviola Nathasya Benni selaku Koordinator BANSEKNAS dan Sosialisasi Administrasi Keuangan oleh Yulia Rahmiyati selaku Koordinator BANKEU Wilayah IV. Pelatihan administrasi pun selesai, jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Peserta diberikan waktu 30 menit untuk istirahat dan Sholat Ashar.

Pukul 15.30 WIB, peserta kembali berkumpul di aula SCC UII untuk melanjutkan kegiatan upgrading. Pembahasannya selanjutnya yang merupakan pembahasan terakhir yaitu Teknik dan Etika Sidang oleh M. Djindan selaku DPO Nasional. Pembahasan ini selesai pada pukul 17.30 WIB. Dengan berakhirnya pembahasan Teknik dan Etika Sidang, maka berakhir pula rangkaian acara upgrading. Karena waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB maka peserta dipersilahkan untuk istirahat dan makan.

Acara selanjutnya adalah Rapat Kerja Wilayah ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta). Dalam Rakerwil ini terdapat 5 musyawarah, yaitu :

  • Musyawarah Pendahuluan, Pembahasan Manual Acara dan Tata Tertib.
  • Musyawarah I, Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Komisi).
  • Musyawarah II, Penyampaian dan Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Pleno).
  • Musyawarah III, Pengesahan Program Kerja Wilayah (Rapat Paripurna).
  • Musyawarah IV, Keputusan Tambahan.

Rapat Kerja Wilayah dimulai pada Pukul 18.30 WIB. Rapat ini diawali dengan Musyawarah Pendahuluan yang membahas manual acara dan tata tertib musyawarah. Musyawarah dipimpin oleh presidium sidang sementara yang sebelumnya sudah ditunjuk oleh panitia pengarah. Pengesahan sidang disahkan oleh presidium sidang sementara pada pukul 19.20 WIB. Selanjutnya presidium sidang sementara menyerahkan presidium sidang kepada Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah IV. Setelah itu, musyawarah ditunda sampai besok pukul 08.00 WIB.

Acara selanjutnya adalah malam kekeluargaan dan pembakaran api unggun. Pada malam kekeluargaan ini, setiap badan harus menampilkan sebuah drama dari cerita rakyat. Adapun judul cerita rakyat diundi oleh panitia. Setelah musyawarah dipending, setiap badan mempersiapkan dramanya. Pukul 22.30 WIB api unggun pun dinyalakan. Semua peserta berkumpul mengelilingi api unggun.  Malam yang dingin pun berubah menjadi hangat.

Tiba saatnya setiap badan menampilkan drama yang telah disiapkan. Dimulai dari Badan Keuangan yang menampilkan drama Timun Mas, Badan Informasi dan Komunikasi menampilkan drama Keong Mas, Badan Pengembangan dan Penelitian Keilmuan menampilkan drama Sangkuriang, Badan Pengembangan Organisasi menampilkan drama Malin Kundang, Badan Kesekretariatan menampilkan drama Bawang Merah dan Bawang Putih, sampai akhirnya Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang menampilkan drama Roro Jonggrang. Pada malam kekeluargaan ini juga kami sangat terhibur atas kedatangan dan penampilan Pengurus Nasional yang menyanyikan lagu Darah Juang. Malam kekeluargaan ini ditutup dengan penampilan demisioner pengurus ILMPI yang menyanyikan lagu kemesraan dan menampilkan yel-yel yang diikuti seluruh peserta dengan riang gembira. Malam kekeluargaan berakhir pada pukul 00.07 WIB.

Setelah acara malam kekeluargaan selesai, para pengurus diminta untuk masuk ke ruangan yang telah di sediakan. Di ruangan ini, Kak Rendi Septiyanto memberikan amlop yang berisikan kertas-kertas kosong kepada semua pengurus. Dengan kertas-kertas ini, kami menuliskan segala yang ingin kami sampaikan pada setiap pengurus tanpa perlu menuliskan identitas sehingga apa yang tidak bisa kami ungkapkan secara langsung, dapat diungkapkan melalui kertas-kertas ini. Setelah semua pengurus selesai, amplop-amplop tersebut dikumpulkan dan akan dibagikan setelah acara penutupan. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 02.15 WIB, sehingga kami kembali ke kamar dan beristirahat.

 

24 April 2016

Pukul 08.00 WIB pending dicabut. Agenda dilanjutkan dengan muayawarah I, yaitu Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Komisi) yang dipimpin oleh Pimpinan Sidang I yaitu Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah, Pimpinan Sidang II yaitu Yulia Rahmiyati selaku Koordinator Badan Keuangan Wilayah dan Notulensi yaitu Amalia Dewi Nursyifa selaku Koordinator Badan Kesekretariatan Wilayah. Masing-masing badan diberikan waktu untuk berdiskusi, program apa yang akan dijalankan dan targetnya apa. Setiap badan diberikan waktu 2×30 menit, tetapi karena kemantapan untuk program kerja dari masing-masing badan maka pending 2×15 menit pun diajukan, lalu koor mengetuk palu. Setelah 2×15 menit berlalu, pending pun diajukan kembali, hingga akhirnya koor mengetuk palu untuk pending 2×10 menit. Diskusi masing-masing badan pun selesai.

Setelah pending, kami melanjutkan musyawarah II, yaitu Penyampaian dan Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Pleno). Setiap badan mulai menyampaikan program kerjanya selama satu tahun kedepan yang kemudian dibahas bersama, mulai dari Badan Kesekretariatan, Badan Keuangan, Badan Informasi dan Komunikasi, Badan Pengembangan Organisasi dan Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat serta Badan Pengembangan dan Penelitian Keilmuan Wilayah. Penyampaian dan pembahasan program kerja wilayah selesai pada pukul 12.00 WIB, selanjutnya musyawarah pun dipending kembali selama 2×15 menit untuk istirahat, makan dan sholat.

Pada Pukul 12.30, pending dicabut. Agenda selanjutnya adalah Musyawarah III, yaitu Pengesahan Program Kerja Wilayah (Rapat Paripurna). Musyawarah ini akan mengesahkan program kerja wilayah yang telah disampaikan dan dibahas pada musyawarah II. Pengesahan program kerja wilayah disahkan oleh Pimpinan Sidang dengan di bacakan program kerja setiap badan dan diresmikan dengan ketukan palu pada pukul 12.40 WIB.

Selanjutnya, kami melakukan musyawarah ke IV, yaitu keputusan tambahan. Hasil dari keputusan tambahan adalah penentuan tempat Pra-Mukernas dan Muswil, Seminar Nasional, Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Makrab Ilmiah. Kemudian kami dikelompokkan berdasarkan perguruan tinggi untuk mendiskusikan hal tersebut dan siapa yang akan mengajukan tender. Setelah lama berdiskusi akhirnya dibuka rapat kembali untuk penentuan tempat tersebut. Musyawarah ini disahkan pada pukul 13.30 WIB. Kemudian, acara Upgrading dan Rapat Kerja Wilayah ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta) pun ditutup oleh Bambang Indrawan selaku Kordinator Wilayah IV sekaligus foto bersama seluruh pengurus, delegasi, dan juga tamu undangan pada pukul 14.00.


Pendaftaran Tim Redaksi IMagz 2016/2017

12920294_989933217720884_2519108573690018824_n

Hay hay mahasiswa psikologi se-Indonesia!

Suka nulis? Suka fotografi? Suka desain? Suka gambar? Mau latihan untuk negosiasi sana-sini? Mau karyamu di publikasikan ke seluruh Indonesia?

Ayo gabung sama kita untuk jadi Tim Redaksi ILMPI Magazine!

Caranya gampang, tinggal isi formulir online yang linknya bisa dilihat di poster. Syarat dan divisi yang tersedia juga dapat kamu lihat diposter.

Deadlinenya tanggal 6 April 2016 jam 23.59 ya

Yuk gabung sama kita, bakal dapet pengalaman dan pembelajaran seru dan karyamu bisa dipublikaskan keseluruh mahasiswa psikologi se-Indonesia.

Contact person: 0812-6124-1524 (Awin)


BERITA ACARA MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA NASIONAL VI

Untitled

12 Maret 2016

Setahun lamanya berselang setelah Musyawarah dan Rapat Kerja Nasional ke V di
Bogor kemarin, akhirnya waktu kembali mempertemukan kami dalam agenda yang sama namun untuk yang ke VI kalinya. Universitas Negeri Padang menjadi tuan rumah dari Musywarah dan Rapat Kerja Nasional ILMPI ke VI ini.

Agenda mukernas kali ini diadakan di kota Bukittinggi, sebuah kota kecil di provinsi Sumatera Barat yang sudah terkenal kemahsyuran pariwisata dan kulinernya. Menempuh sekitar 3 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju lokasi acara.  Sepanjang perjalanan kami menemukan pemandangan indah. Melewati jalan raya di antara tebing-tebing nan tinggi, sungai yang mengalir dengan derasnya, dan sebuah air terjun di pinggir jalan.

Sore itu, satu per satu peserta mulai berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia menuju lokasi penginapan bernama Kelompok Belajar Bidasari yang bertempat di Kabupaten Agam. Tempat kami istirahat ini terdiri dari beberapa kamar-kamar dan sebuah Rumah Gadang yang merupakan rumah adat dari suku Minangkabau. Kami dipersilahkan untuk beristirahat sebelum acara ramah tamah nanti malam dimulai.

Pukul 20.00 WIB dimulailah acara ramah tamah. Semua peserta dikumpulkan di gedung aula yang ada di penginapan tersebut. Kami disambut dengan beberapa tarian Minangkabau. Acara ramah tamah ini diisi dengan perkenalan antara peserta dan penyelenggara kegiatan, serta kata sambutan dari ketua panitia dan sekretaris jenderal ILMPI.

Selanjutnya kami makan malam dengan tradisi makan di Minangkabau, yaitu makan bajamba. Sebelum memulai makan, kami dipertunjukkan video tentang makan bajamba itu sendiri. Makan bajamba merupakan tradisi makan dimana beberapa orang makan dalam satu piring besar bersama-sama. Setelah acara ramah tamah selesai, kami dipersilahkan untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk agenda besok dan beberapa hari ke depan.

13 Maret 2016

Pagi ini akan diselenggarakan seminar nasional di gedung RRI yang bertempat di kota Bukittinggi. Dari penginapan menuju lokasi seminar kami berangkat menggunakan bus. Sepanjang perjalanan, bus kami tidak pernah sepi. Penuh obrolan dari masing-masing yang saling melepas rindu, atau sekedar baru mulai berkenalan.

Kami sampai di gedung RRI kota Bukittinggi sekitar pukul 9 pagi. Dimulailah seminar nasional ini bertemakan “Generasi Muda yg Berkualitas dan Kreatif. Seminar diawali dengan pembukaan, tari pasambahan yang merupakan tari penyambut tamu dalam acara besar di Minangkabau, serta kata sambutan. Diawali dengan kata sambutan dari ketua pelaksana, Faisal. Selanjutnya kata sambutan dari ketua HIMPRO Psikologi Universitas Negeri Padang, Redha Andika Ahdi. Lalu kata sambutan dari Sekretaris Jenderal ILMPI, Rendi Septiyanto. Dilanjutkan dengan Sekretaris Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang, Yanladilla Yeltas Putra, S.Psi., MA. Lalu dari Wakil Rektor I Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. H. Agus Irianto. Kata sambutan terakhir sekaligus membuka acara Musyawarah dan Rapat Kerja Nasional ILMPI kali ini, disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, H. Jefrinal Arifin, S.H., M.Si.

Dalam seminar ini, terdapat tiga sesi dengan tiga pembicara. Sesi pertama diisi oleh Bapak Prof. Fasli Jalal, P.hD yang merupakan guru besar Universitas Negeri Jakarta dan mantan wakil menteri pendidikan. Sesi pertama ini bertemakan “Menjadi Generasi Muda Berkualitas dan Kreatif untuk Memanfaatkan Bonus Demografi”. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari seluruh peserta seminar.

Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Ibu Tuti Rahmi, M.Psi., Psikolog yang merupakan salah satu dosen prodi psikologi Universitas Negeri Padang psikolog PIO dan bagian dari HIMPSI Sumbar. Sesi kali ini bertemakan “Dare to Dream”. Kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

Masuk pada sesi terakhir, dengan pembicara seorang mahasiswa peraih medali emas PIMNAS 2015 yaitu saudara Rizqi Akbar. Sesi terakhir ini membahas tentang strategi menjadi mahasiswa yang berkualitas dan kreatif dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan mengakhiri seminar pada pukul 14.30 WIB. Kami kemudian makan siang dan sholat sebelum bus menjemput kami untuk kembali ke penginapan.

Bus pun datang dan kami diantarkan kembali menuju penginapan sekaligus lokasi acara selama beberapa hari ke depan. Sesampainya di penginapan, kami masih memiliki waktu untuk beristirahat sebelum agenda dilanjutkan dengan musyawarah nanti malam.

Pukul 20.30 WIB dimulailah agenda Musyawarah Nasional. Pembahasan dimulai dengan musyawarah pendahuluan yaitu membahas manual acara dan tata tertib musyawarah. Tidak lama, manual acara disahkan pada pukul 21.32 WIB dengan pembacaan konsideran pengesahan manual acara. Selanjutnya dibahaslah tata tertib musyawarah. Setelah menyelesaikan pembahasan tata tertib, muncullah beberapa PK sebelum disahkannya tata tertib ini. Akhirnya tata tertib musyawarah dapat disahkan pada pukul 22.47 WIB.

Dikarenakan tata tertib telah disahkan, maka sebelum dilanjutkan ke agenda musyawarah berikutnya, presidium sementara mengabsensi kehadiran seluruh anggota ILMPI yang hadir pada mukernas kali ini untuk memastikan quorum nya musyawarah. Agendakemudian dilanjutkan dengan pembahasan draft pemilihan presidium tetap. Pembahasan ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga pada pukul 23.02 WIB draft pemilihan presidium tetap dapat disahkan.

Sidang kemudian dipending selama 5 menit untuk memberikan waktu kepada forum menentukan calon presidium sidang tetap. Setelah pending dicabut, masing-masing perguruan tinggi yang hadir menyebutkan satu nama bakal calon presidium yang diajukan, Masing-masing bakal calon ditanyakan kesediaannya dan dikembalikan ke forum apakah menerima atau tidak jika ada bakal calon yang tidak bersedia. Akhirnya terpilihlah lima orang calon presidium tetap dari sekian banyak bakal calon yang diajukan oleh forum. Setelah dilakukan voting untuk kelima calon ini, pemilihan menjadi alot dikarenakan rasionalisasi dari salah satu calon yang tidak dapat diterima oleh forum. Forum mengatakan rasionalisasi seharusnya sudah disampaikan saat menjadi bakal calon. Ternyata dua calon dengan suara terbanyak memiliki jumlah suara yang sama, sehingga dilakukan voting kembali untuk kedua calon ini untuk menentukan siapa yang akan menjadi pimpinan sidang.

Akhirnya, forum memutuskan tiga orang presidium tetap yaitu Naashiril Haq dari Universitas Ahmad Dahlan sebagai pimpinan sidang, Muhammad Ansari dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai wakil pimpinan sidang, dan Rayi Setyaji dari UPI YPTK Padang sebagai notulen. Presidium tetap ini disahkan pada pukul 00.50 WIB.

Selanjutnya, palu sidang diserahkan dari presidium sementara kepada presidium tetap. Sebelum dilanjutkan pada pembacaan LPJ Pengurus Harian Nasional 2015-2016, pimpinan sidang bertanya apakah musyawarah tetap dilanjutkan mengingat sudah melewati waktu yang ditetapkan panitia. Setelah forum sepakat untuk melanjutkan musyawarah, pimpinan sidang tetap mengabsensi anggota yang hadir untuk memastikan quorum nya musyawarah.

Kemudian, dimulailah pembacaan LPJ Pengurus Harian Nasional 2015-2016 oleh Sekretaris Jenderal, Rendi Septiyanto. Sekretaris Jenderal didampingi oleh Pengurus Harian Nasional lainnya, antara lain Hanna Septiana sebagai Koordinator Badan Kesekretariatan Nasional, Fakhrunnisak sebagai Koordinator Badan Keuangan Nasional, Nadia Rosliani sebagai Koordinator Badan Informasi dan Komunikasi Nasional, Moh. Modrik AM sebagai Koordinator Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, M. Djindan sebagai Koordinator Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Nasional serta juga didampingi oleh beberapa pengurus nasional yang hadir dalam mukernas kali ini. Selesai pembacaan LPJ, pimpinan sidang menawarkan mengenai adanya feedback LPJ. Peserta sidang menawarkan opsi bahwa masing-masing wilayah memberikan maksimal dua pertanyaan sebagai feedback LPJ. Setelah disepakati forum, setiap wilayah diberikan waktu untuk menyiapkan pertanyaan.

Dari sekian banyaknya feedback dari forum yang diwakili masing-masing wilayah, terdapat beberapa feedback yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk periode selanjutnya diantaranya adalah mengusahakan sub domain web untuk tiap wilayah, adanya rincian Rancangan Anggaran Belanja Organisasi (RABO) setiap badan kelengkapan nasional serta rincian subsidi perjalanan dinas.

Setelah seluruh feedback ditanggapi oleh Pengurus Harian Nasional, tibalah saatnya forum menentuka apakah LPJ ILMPI 2015-2016 ini diterima atau tidak. Akhirnya pada pukul 04.20 WIB, berakhirlah musyawarah I dengan diterimanya Laporan Pertanggungjawaban ILMPI 2015-2016. LPJ ini mendapat nilai 7,27 yang merupakan kalkulasi nilai yang diberikan oleh seluruh perguruan tinggi yang hadir dalam musyawarah ini.

Tak terasa sebentar lagi mendekati fajar dan sudah masuk pada tanggal 14 Maret. Forum menyepakati sidang dipending sampai pukul 08.00 WIB pagi hari nanti.

14 Maret 2016

Pukul 10.00 WIB pending sidang dicabut. Agenda dilanjutkan dengan musyawarah II, yaitu masuk pada agenda pembahasan Garis Besar Haluan Organisasi dan Garis Besar
Haluan Kerja. Pada musyawarah nasional kali ini tidak membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikarenakan forum di mukernas V sebelumnya telah menyepakati untuk membahasnya sekali dalam dua tahun. Kembali pada pembahasan GBHK dan GBHO. Sistematika pembahasannya adalah hanya membahas rekomendasi perubahan yang telah diajukan masing-masing wilayah. Rekomendasi ini sebelumnya telah dibahas dan disusun tiap wilayah pada pra-mukernas masing-masing wilayah.

Pembahasan GBHO berjalan dengan cukup baik dan singkat sehingga dapat disahkan pada pukul 13.25 WIB. Dikarenakan sudah memasuki jam makan siang dan sholat zuhur, forum mengajukan pending 90 menit untuk istirahat. Akhirnya disepakatilah pending 90 menit sampai pukul 13.30 WIB.

Memasuki pukul 15.00 WIB barulah musyawarah dapat dimulai kembali. Pembahasan dilanjutkan dengan membahas GBHK. Pada bagian awal GBHK, rekomendasi perubahan hanya bersifat perubahan redaksional. Pada bagian struktur organisasi sempat muncul beberapa opsi yang salah satunya disebabkan kebingungan mengenai struktur tersebut. Akhirnya disepakati pending 2×5 menit untuk menjelaskan maksud dan bagaimana jalur garis koordinasi dan komando yang ada pada struktur organisasi di GBHK. Setelah pending dicabut, dilanjutkanlah pada bab selanjutnya. Pada bagian bab III mengenai pola pengembangan umum jangka panjang dan bab IV mengenai pola umum pengembangan jangka pendek cukup membingungkan selama pelaksanaannya, sehingga forum menyepakati menghapus dua bab tersebut. Dua bab tersebut digantikan dengan satu bab menjadi bab III mengenai pola umum pengembangan badan kelengkapan. Isi dari bab III ini nantinya akan berhubungan dengan semua badan kelengkapan yang ada. Selanjutnya untuk menetukan isi dari bab III ini forum menyepakati waktu 2×15 menit untuk melakukan rapat komisi untuk setiap badan kelengkapan.

Menjelang pukul 18.00, rapat komisi ini belum juga selesai, sehingga kemudian muncul opsi untuk pending dengan syarat seluruh komisi telah menyelesaikan rapatnya dan dapat langsung mempresentasikan hasilnya setelah pending dicabut. Akhirnya sidang dipending sampai pukul 20.00 WIB.

Sidang dimulai kembali pada pukul 20.00 WIB setelah pimpinan sidang mencabut pending dan mengabsen seluruh perguruan tinggi yang hadir. Pembahasan dilanjutkan dengan membahas GBHK yang tertunda tadi. Setiap perwakilan komisi maju ke depan untuk menyampaikan hasil rapat masing-masing komisi. Dimulai dari badan kesekretariatan, badan keuangan, badan informasi dan komunikasi, badana pengembangan organisasi, badan pengembangan dan pengabdian masyarakat serta badan pengembangan dan pengkajian keilmuan. Hasil ini kemudian dituangkan dalam bab III GBHK mengenai Pola Umum Pengembangan Badan Kelengkapan. Akhirnya, setelah menyelesaikan pembahasan sampai pada bab terakhir GBHK dan sempat menuai PK di beberapa bagian, perubahan GBHK disahkan pada pukul 23.59 WIB.

Sebelum masuk pada musyawarah III mengenai pembahasan perubahan BPU, pimpinan sidang menanyakan ke forum apakah musyawarah tetap dilanjutkan atau dipending. Forum menyepakati untuk melanjutkan musyawarah dikarenakan pembahasan BPU yang sangat banyak.

Pembahasan perubahan BPU masih berlanjut sampai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun dikarenakan semakin berkurangnya peserta sidang dan yang masih bertahan di dalam ruang sidang sudah sangat lelah, akhirnya musyawarah dipending sampai pukul 08.00 WIB.

15 Maret 2016

Musyawarah dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Pembahasan perubahan BPU yang sempat ditunda tadi dilanjutkan kembali mulai dari bab IV. Pembahasan bab IV berjalan cukup lama. Setelah bab IV disepakati, bertepatan dengan waktu yang sudah semakin siang, disepakatilah pending dari pukul 14.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Sehabis sholat ashar sekitar pukul 16.00 WIB, pending dicabut. Masih membahas BPU dengan bab V, VI dan VII yang tersisa. Pada bab VI tentang laporan pertanggungjawaban, diubahlah format dari laporan pertanggungjawaban nasional dan wilayah menyesuaikan dengan GBHK yang telah disepakati sebelumnya.

Setelah begitu banyak rekomendasi perubahan BPU, akhirnya BPU disahkan pada pukul 18.31 WIB. Sebelum masuk pada musyawarah IV, forum menyepakati pending sampai pukul 20.00 WIB untuk istirahat sholat dan makan malam.

Musyawarah dimulai kembali pada pukul 20.00 WIB. Namun karena belum quorum, baru pada pukul 21.00 WIB musyawarah dapat dimulai. Tibalah agenda yang paling ditunggu, yaitu pemilihan sekretaris jenderal. Sebelumnya dibahas dan disepakatilah draft pemilihan sekretaris jenderal periode 2016-2017. Pembahasan draft pemilihan sekjend ini berjalan dengan singkat dan disahkan pada pukul 21.12 WIB. Dalam draft yang telah disepakati, terdapat tiga tahap pemilihan sekretaris jenderal, yaitu tahap pencalonan, tahap uji kelayakan, dan tahap pemilihan. Pada tahap pencalonan, masing-masing perguruan tinggi berhak mengajukan dua nama bakal calon sekretaris jenderal secara tertutup. Forum kemudian memberikan opsi untuk diskusi per wilayah untuk menentukan bakal calon sekjend yang akan diajukan. Opsi disepakati dengan waktu diskusi selama 10 menit.

Setelah selesai berdiskusi tiap wilayah, mekanisme pengajuan bakal calon dilakukan secara tertutup. Setiap perguruan tinggi yang hadir menuliskan dua nama bakal calon sekjend pada sebuah kertas yang telah dicap dengan stempel nasional. Setelah semua kertas dari setiap perguruan tinggi terkumpul, mulailah dibuka dan dibacakan satu per satu nama bakal calon yang tertera dalam kertas.

Sesuai dengan draft yang telah disepakati sebelumnya, dimana bakal calon dapat menjadi calon yang sah ketika mendapat 1/3 suara dari perguruan tinggi yang hadir, maka hanya satu calon sekretaris jenderal yang sah dari sebelas orang bakal calon yang ada. Calon tersebut adalah Ibrahim Syah Lubis dari Universitas Mercu Buana Jakarta. Walaupun hanya ada satu calon sah, namun sesuai dengan draft yang telah disepakati, calon tetap harus melewati dua tahap selanjutnya sehingga kemudian dapat disahkan sebagai sekretaris jenderal.

Musyawarah berlanjut dengan pemaparan curriculum vitae dan target pencapaian selama satu periode dari satu-satunya calon sekjend tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana forum menyepakati pertanyaan diberikan maksimal dua pertanyaan dari setiap wilayah. Musyawarah dipending selama 2×5 menit untuk memberi kesempatan setiap wilayah mendiskusikan pertanyaan apa yang akan diberikan kepada calon sekjend.

Setelah pending dicabut dan pertanyaan dari setiap wilayah diberikan serta dijawab oleh calon sekjend, masuklah pada tahap pemilihan. Dalam draft telah disebutkan pada bagian tahap pemilihan, ketika hanya ada satu calon yang melewati tahap uji kelayakan, maka langsung dinyatakan sebagai Sekretaris Jenderal ILMPI. Oleh karena itu, tepat pada pukul 00.08 WIB, Ibrahim Syah Lubis langsung dinyatakan sebagai Sekretaris Jenderal ILMPI periode 2016-2017. Tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan musyawarah. Semua peserta dalam forum berdiri sambil bertepuk tangan menyambut terpilihnya Sekretaris Jenderal satu periode ke depan. Sekretaris Jenderal terpilih kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata setelah terpilih.

Agenda tetap dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan forum, mengingat agenda selanjutnya masih cukup banyak. Masuklah pada pembahasan draft pemilihan koordinator badan kelengkapan nasional. Badan Kelengkapan Nasional terdiri dari enam badan, yaitu Badan Kesekretariatan Nasional, Badan Keuangan Nasional, Badan Informasi dan Komunikasi Nasional, Badan Pengembangan Organisasi Nasional, Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Nasional dan Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Nasional. Pembahasan draft ini tidak terlalu lama dan kemudian disahkan pada pukul 00.27 WIB.

Pemilihan Koordinator Badan Kelengkapan Nasional ini terdiri dari tahap pencalonan, tahap uji kelayakan dan tahap penetapan. Pada tahap pencalonan, setiap wilayah berhak mengajukan tiga nama, baik dari wilayah sendiri atau wilayah lain, setelah mendapat promosi jenjang struktural dari wilayah asal calon tersebut. Forum menyepakati pending selama 1×15 menit agar setiap wilayah dapat menentukan calon yang akan diajukan.

Akhirnya didapatlah calon koordinator dari setiap wilayah. Calon Koordinator BANSEKNAS hanya ada satu orang, yaitu Aviola Nathasya Benni dari Universitas Andalas. Tidak berbeda dengan calon Koordinator BANKEUNAS hanya satu orang, Naufal Nurramadhan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Calon Koordinator BANINFONAS ada tiga orang, yaitu Faishal Aulia Darmawan dari Universitas Andalas, I.G.A Jayanthi Prima Dewi dari Universitas Udayana Bali, dan Fikri Rafif Rinaldi dari Universitas Diponegoro. Selanjutnya, calon koordinator BPONAS hanya ada satu calon, yaitu Usaid Al Banna dari Universitas Teknologi Yogyakarta. Calon Koordinator BPPMNAS ada tiga orang, yaitu Fiqah Soraya Alhaddar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, M. Ali Mansyur dari STAIN Kediri, dan tersebut kembali nama Usaid Al Banna. Terakhir, untuk calon koordinator BPPKNAS ada dua orang, yaitu Jhaihan Farah Nabila dari Universitas Pancasila sebagai Koordinator BPPKNAS dan tersebut kembali nama Fikri Rafif Rinaldi. Di antara calon yang diajukan, I.G.A Jayanthi Prima Dewi dari Universitas Udayana Bali yang berhalangan hadir dalam mukernas kali ini tidak bersedia diajukan sebagai calon koordinator.

Selanjutnya, masuk pada tahap uji kelayakan dimana setiap calon membacakan CV nya dan diberi pertanyaan oleh setiap wilayah dan DPO. Tahap uji kelayakan ini berjalan cukup lama hingga sekitar pukul 04.00 dini hari. Setelah semua calon melewati tahap uji kelayakan, forum menyepakati untuk pending musyawarah sampai pagi harinya pukul 08.00 WIB.

16 Maret 2016

Musyawarah baru bisa dimulai pada pukul 10.00 WIB. Agenda dilanjutkan dengan tahap penetapan koordinator badan kelengkapan nasional. Sekjend terpilih mengumumkan nama yang telah dipertimbangkannya bersama DPO untuk menjadi koordinator setiap badan yang ada. Akhirnya terpilihlah Aviola Nathasya Benni dari Universitas Andalas sebagai koordinator Badan Kesekretariatan Nasional, Naufal Nurramadhan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Koordinator Badan Keuangan Nasional, Faishal Aulia Darmawan sebagai Koordinator Badan Informasi dan Komunikasi Nasional, Usaid Al Banna dari Universitas Teknologi Yogyakarta sebagai Koordinator Badan Pengembangan Organisasi Nasional, Fiqah Soraya Alhaddar dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Koordinator Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Nasional, dan Jhaihan Farah Nabila sebagai Koordinator Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Nasional. Pada pukul 11.40 WIB palu sidang diketuk menandakan nama-nama di atas secara sah menjadi Koordinator Badan Kelengkapan Nasional ILMPI periode 2016-2017.

Berlanjut pada agenda selanjutnya, yaitu serah terima jabatan dari pengurus harian nasional ILMPIperiode 2015-2016 kepada pengurus harian nasional ILMPI periode 2016- 2107. Serah terima jabatan ini dilakukan dengan penyerahan Bendera ILMPI dari Sekjend ILMPI periode 2015-2016 kepada Sekjend ILMPI

periode 2016-2017. Selain itu juga dilakukan penyematan lencana masing-masing Koordinator Badan Kelengkapan Nasional periode 2015- 2016 kepada Koordinator Badan Kelengkapan Nasional periode 2016- 2017. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama Pengurus Harian Nasional periode 2015-2016 dan Pengurus Harian Nasional 2016-2017 diiringi tepuk tangan dari seluruh peserta musyawarah.

Seperti periode-periode sebelumnya, setiap bergantinya kepengurusan selalu menaruh harapan baru nan lebih besar agar Pengurus Harian Nasional selanjutnya dapat membuat ILMPI semakin baik ke depannya.

Memasuki agenda terakhir dalam musyawarah IV yaitu pelantikan sekretaris jenderal ILMPI oleh presidium sidang tetap musyawarah. Setelah Sekretaris Jenderal ILMPI 2016- 2017 resmi dilantik maka berakhirlah musyawarah IV.

Tibalah pada musyawarah V yaitu pembahasan keputusan tambahan. Setiap wilayah
dapat mengajukan keputusan tambahan yang ingin disepakati. Wilayah I mengajukan
beberapa keputusan tambahan sebagai berikut :

1. Keputusan tambahan terkait pemekaran daerah Aceh dan Sumatera Utara.

•Menyepakati pemekaran wilayah untuk daerah Aceh dan Sumatera Utara.

•Menunjuk saudara Kurnia Boby Safarov Hasibuan dari Universitas Sumatera
Utara sebagai Koordinator Wilayah Sementara.

•Koordinator wilayah sementara bertanggungjawab untuk melaksanakan
musyawarah wilayah selambat-lambatnya satu bulan sejak tanggal disahkannya
wilayah Aceh Sumut yaitu tanggal 16 Maret 2016.

•Rekomendasi perubahan BPU tentang nomenklatur wilayah akan disahkan pada
Mukernas VII pada tahun 2017.

•Sekertaris Jenderal mengeluarkan SK kepengurusan Wilayah Aceh Sumut setelah struktur kepengurusan terbentuk.

2.  Pencabutan SP-I dan SP-II kepada LEM Psikologi Universitas HKBP Nommensen.
3. Memasukkan lambang Universitas HKBP Nommensen ke dalam Video Profil ILMPI karena pada video profil ILMPI periode sebelumnya tidak memasukkan lambang universitas tersebut

Wilayah II mengajukan keputusan tambahan untuk melakukan pencabutan status keanggotaan Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. Wilayah lain tidak mengajukan keputusan tambahan apapun. Keputusan tambahan yang diajukan oleh wilayah I dan wilayah II di atas akhirnya disepakatati oleh forum dan disahkan pada pukul 13.02 WIB.

Dengan demikian berakhirlah agenda Musyawarah Nasional ILMPI ke-VI kali ini. Selanjutnya agenda dilanjutkan dengan pemilihan pengurus nasional dari open recruitment yang telah dibuka enam minggu sebelumnya. Peserta musyawarah dipersilahkan beristirahat sampai dengan pukul 17.00 WIB sembari masing-masing koordinator Badan Kelengkapan Nasional melakukan wawancara terhadap calon pengurus. Setelah melalui proses wawancara, akhirnya terpilihlah 26 orang pengurus nasional periode 2016-2017.

Kemudian pada pukul 17.30 WIB dilakukanlah pelantikan seluruh pengurus oleh Sekretaris Jenderal yang baru, baik pengurus nasional maupun pengurus di setiap wilayah. Semangat baru dari wajah-wajah muda terlihat di antara pengurus yang hadir, dengan lantang mengucapkan sumpah dan janji secara serempak bersama-sama. Setelah pelantikan selesai, peserta musyawarah dipersilakan untuk sholat dan makan. Agenda rapat kerja nasional akan dilanjutkan pada pukul 20.30 WIB.

Pukul 21.00 WIB barulah dimulai agenda Rapat Kerja Nasional. Dimulai dengan musyawarah pendahuluan yang dipimpin oleh presidium sementara. Musyawarah pendahuluan ini membahas tentang manual acara dan tata tertib Rapat Kerja Nasional. Tidak berlama-lama membahas manual acara, pukul 21.08 WIB manual acara disahkan. Selanjutnya masuk pada pembahasan tata tertib Rapat Kerja Nasional. Pembahasan berjalan cukup singkat dan tata tertib disahkan pada pukul 21.39 WIB.

Sidang kemudian diambil alih oleh Sekretaris Jenderal yang baru yang akan memimpin Rapat Kerja Nasional dari musyawarah I sampai dengan musyawarah IV nanti. Sekretaris Jenderal sebagai pimpinan didampingi oleh Koordinator Badan Kesekretariatan Nasional, Aviola Nathasya Benni dan Koordinator Badan Keuangan Nasional, Naufal Nurramadhan.

Memasuki musyawarah I, yaitu pembahasan Program Kerja Nasional dalam rapat komisi. Dalam rapat komisi ini, terdapat enam komisi yaitu Komisi I (Badan Kesekretariatan Nasional), Komisi II (Badan Keuangan Nasional), Komisi III (Badan Informasi dan Komunikasi Nasional), Komisi IV (Badan Pengembangan Organisasi Nasional), Komisi V (Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Nasional) dan Komisi VI (Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuan Nasional). Setiap komisi dipimpin oleh Koordinator Badan Kelengkapan Nasional masing-masing yaitu Komisi I dipimpin oleh Aviola Nathasya Benni, Komisi II dipimpin oleh Naufal Nurramadhan, Komisi III dipimpin oleh Faishal Aulia Darmawan, Komisi IV dipimpin oleh Usaid Al Banna, Komisi V dipimpin oleh Fiqah Soraya Alhaddar dan Komisi VI dipimpin oleh Fikri Rafif Rinaldi sebagai staf dari BPPKNAS, menggantikan koordinator nya yang berhalangan hadir dalam mukernas kali ini. Selain itu, terdapat komisi tambahan yang terdiri dari Sekretaris Jenderal beserta seluruh Koordinator Wilayah.

Peserta yang merupakan pengurus di wilayah atau di nasional masuk ke dalam komisi yang sesuai dengan jabatan yang dipegangnya saat itu. Sedangkan peserta non-pengurus, dapat bergabung dengan komisi yang diinginkan. Rapat komisi ini berlangsung sampai 100 menit sampai pada pukul 23.40 WIB.

Agenda selanjutnya adalah rapat pleno. Dalam rapat pleno tersebut setiap koordinator
badan kelengkapan pengurus nasional memaparkan rekomendasi-rekomendasi program kerja yang merupakan hasil pembahasan dalam sidang komisi. Setelah memaparkan, forum diberi kesempatan bertanya dan memberikan saran terkait rekomendasi program kerja yang telah dipapakan.

Setelah seluruh program kerja masing-masing badan di plenokan, kemudian tibalah saatnya rapat paripurna untuk mengesahkan program kerja nasional. Seluruh program kerja yang diajukan seluruh badan diterima oleh forum dan kemudian disahkan oleh sekretaris jenderal ILMPI pada pukul 03.49 WIB.

Masuk pada musyawarah terakhir, yaitu pembahasan keputusan tambahan. Walaupun sudah dini hari dan semakin mendekati subuh, forum tetap bersemangat mengingat pembahasan berikutnya yang ditunggu-tunggu. Pada pembahasan ini, disepakati akan membahas tender Rakornas dan Mukernas VII. Tender Rakornas diberikan kepada Universitas Padjajaran. Sedangkan tender Mukernas, diperebutkan oleh dua Universitas dan akhirnya diberikan kepada Universitas Teknologi Sumbawa. Keputusan Tambahan ini akhirnya disahkan pada pukul 05.31 WIB tertanggal 17 Maret 2016.

Selesailah agenda persidangan dalam Musyawarah dan Rapat Kerja Nasional ILMPI kali ini. Berakhirnya ditandai dengan penandatanganan piagam deklarasi oleh seluruh
perguruan tinggi yang hadir kali ini.

17 Maret 2016

Tibalah agenda yang paling ditunggu-tunggu setiap peserta mukernas. Setelah berhari-hari mengikuti sidang dari pagi hingga pagi lagi, hari ini kami akan melakukan field trip di Kota Bukittinggi. Kami berangkat dari penginapan sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan empat bus.

Destinasi field trip dimulai dari tempat pembelian oleh – oleh keripik Sanjai, lalu dilanjutkan ke tempat wisata Lobang Jepang dan Panorama. Sesampainya di lokasi wisata, kami berpencar memanjakan mata, menemukan spot-spot indah bagi masing-masing, entah hanya untuk sekedar dipandang atau untuk berfoto disana. Ada beberapa dari kami yang masuk ke lobang jepang dan ada juga yang hanya berkeliling melihat keindahan alam panorama yang memperlihatkan tebing-tebing tinggi yang mengelilingi Ngarai Sianok di bawahnya.

Setelah puas menikmati Lobang Jepang dan Panorama, kami kemudian berjalan kaki menuju tempat wisata selanjutnya yang sangat terkenal dari kota Bukittingggi, yaitu Jam Gadang. Sesampainya di Jam Gadang, tak lupa kami mengabadikan foto pertanda kami pernah mendatangi landmark dari Bukittinggi ini. Setelahnya, kami berpencar untuk membeli oleh-oleh lainnya atau mencicipi kuliner yang ada di sekitar Jam Gadang tersebut.

Kami dikumpulkan kembali oleh panitia pada pukul 16.00 WIB untuk dibawa menuju
destinasi field trip terakhir yaitu Tarusan Kamang. Kami sampai di Tarusan Kamang sekitar pukul 16.45 WIB. Danau Tarusan Kamang terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Setelah tiba di lokasi, peserta terlebih dahulu melakukan ibadah sholat ashar dan kemudian berjalan kaki menuju lokasi. Sesampainya di sana, ada yang berfoto-foto, duduk-duduk di atas rumput, menaiki rakit di danau, dan kegiatan bebas lainnya. Hari semakin gelap dan akhirnya kami kembali ke penginapan pada pukul 18.00 WIB.

Sesampainya di penginapan kami bersiap – siap untuk menghadiri malam penutupan.
Acara penutupan dimulai pada pukul 22.00 WIB. Malam penutupan ini diisi dengan kesan dan pesan oleh panitia dan peserta, award yang diberikan kepada peserta dengan beberapa kategori serta penampilan drama, tarian dan nyanyian dari berbagai komunitas dan klub Prodi Psikologi UNP. Semakin malam suasana semakin meriah dan syahdu, terutama malam penutupan ini tiba pada acara puncaknya, yaitu pelepasan lampion. Pelepasan lampion dimulai oleh Sekretaris Jenderal ILMPI yang baru, kemudian diikuti oleh seluruh peserta dan panitia yang hadir dalam penutupan malam itu. Sungguh indah. Layaknya bintang yang bersinar di langit. Semakin tinggi lampion terbang, semakin ingin kami untuk terus memandangnya. Lampion yang terbang tinggi tersebut adalah lambang dari harapan kami untuk ILMPI ke depannya. Semoga semakin melebarkan sayapnya dan kemudian terbang semakin tinggi untuk dapat mewujudkan Indonesia Tersenyum Bersama Psikologi.

Setelah lampion-lampion tersebut hilang dari pandangan mata kami, kami semua bersalamsalaman dan bernyanyi bersama. Menghabiskan malam sesaat sebelum berganti dengan fajar, yang artinya kami harus segera berpisah menuju rumah masing-masing.

Suasana dini hari itu berganti dengan haru luar biasa yang menyelimuti seluruh peserta mukernas. Akhirnya setelah lewat dari pukul 02.00 WIB, kami kembali menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat sebelum pagi harinya harus berkemas untuk kembali ke rumah masing-masing.

18 Maret 2016

Tibalah pada penghujung perjumpaan kami dalam mukernas kali ini. Kami sudah siap untuk kembali menuju rumah masing-masing. Namun hati ini rasanya ingin lebih lama lagi berkumpul dan menghabiskan waktu dengan rekan-rekan dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap suatu saat akan kembali dipertemukan dimanapun itu, untuk kembali menikmati kebersamaan.

Mengutip kata-kata para perintis di ILMPI ,

Hanya akan ada orang- orang yang berani memberikan pengorbanan yang akan bertahan dalam lembaga ini. Carpe Diem, We’re Never Walk Alone, Berhenti berarti Mati dan Bergerak berarti Hidup. Terus Bergerak dan Teruslah Hidup ILMPI kita tak pernah sendiri.
SEMANGAT Para Pejuang ! kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang
kapan lagi.

Selamat berjuang bersama wahai kawanku, keluargaku! Demi cita-cita ILMPI yang kita idam-idamkan. Sampai bertemu di kegiatan-kegiatan ILMPI selanjutnya. Sampai bertemu di Musyawarah dan Rapat Kerja Nasional ke VII di Sumbawa tahun depan.

Salam Hangat, Salam Pergerakan
Koordinator Badan Kesekretariatan Nasional
Aviola Nathasya Benni