Seminar Nasional Psikologi 2019 : Ada Apa di Ruang Maya?

Himpunan Mahasiswa Jurusan Psikologi UIN Walisongo Semarang mempersembahkan Seminar Nasional 2019 dengan tema : Ada Apa di Ruang Maya? “Memanfaatkan ruang maya untuk menemukan jati diti, menjawab tantanganmu di era digital”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 bertempat di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh total peserta sebanyak 210 peserta. Seminar Nasional ini dipandu oleh moderator Lucky Ade Sessiani, S.Psi, M.Psi, Psikologi menghadirkan 3 Pembicara, diantaranya:

  1. M. Zein Permana, S.Psi., M. Si. (Dosen Fapsi UNJANI, Founder Filosofi Ruang Hati, Founder HEI Academy)
  2. Dr. H. Junaidi Abdillah, M.Si (Dosen FSH UIN Walisongo Semarang)
  3. Adismara Putri Pradiri (Head of content platform Psikologi “RILIV”)
  4. Fathia Izzati (Influencer, Content Creatror, Singer)

Acara seminar ini dibuka dengan acara formal oleh MC fomal, Harits dan Ratna Mahasiswa S1 Jurusan Psikologi UIN Walisongo Semarang. Acara formal diisi oleh pembacaan ayat Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan-Sambutan, dan do’a. Setelah acara formal selesai, dilanjutkan pada acara inti yang dipandu oleh MC non formal, Ary dan Anggi Mahasiswa S1 Jurusan Psikologi UIN Walisongo Semarang. Acara Non Formal di awali dengan pembagian doorprize dari pihak sponsor. Selanjutnya, kegiatan seminar panel yang dipandu oleh moderator.

M. Zein Permana mengatakan, berelasi baik di dunia maya ataupun nyata harus seimbang/homeostatis. Jangan sampai terjadi alienasi, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, pengalaman lebih penting daripada ingatan yang kita dapatkan melalui sosial media.

     

Dr. H. Junaidi Abdillah secara umum menyampaikan materi tentang bagaimana sebagai generasi muda kita harus mampu adaptif terhadap perubahan yang terjadi. Sementara, Adismara Putri Pradiri menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengajak kita semua untuk menjadi duta perdamaian media sosial

Salah satu pembicara sekaligus bintang tamu, Fathia Izzati, secara umum menyampaikan pengalamannya berkarir di dunia maya. Baginya, dalam berkarir di sosial media dibutuhkan personal branding, dengan cara menunjukkan the best representation of ourself. Selain itu, edukasi juga sangat penting dalam berkarir di dunia maya, baik pendidikan formal maupun non formal. “Spirit of learning itu sepanjang hidup,” begitu ucapnya. Hal tersebut berarti kita dapat belajar dimanapun dan kapanpun apalagi di masa teknologi yang sudah serba mudah.

Seminar panel dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, meliputi 6 orang penanya. Acara seminar ditutup dengan doorprize dari pihak donator dan sponsor serta penampilan Tari dari FISIP UIN Walisongo Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *