World Mental Health Day 2018

World Mental Health Day 2018

 

Permasalahan kesehatan mental menjadi perhatian khusus beberapa organisasi internasional di bawah naungan PBB, termasuk WHO. Kesehatan mental dapat dikatakan baik ketika individu tersebut tidak memiliki rasa bersalah pada dirinya sendiri, serta dapat melihat semua masalah dengan realitas, kemudian hal tersebut berdampak pada kemampuannya dalam menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Lantas, apakah definisi kesehatan mental menurut WHO?

Menurut WHO, kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbagai tekanan dalam kehidupannya, dan dapat bekerja secara produktif yang berimbas pada kemampuan dirinya dalam memberikan kontribusi pada lingkungan sekitar.

WHO bahkan menempatkan posisi kesehatan mental pada dimensi yang lebih positif. Ini lantaran kesehatan mental dapat didefinisikan sebagai kesehatan secara general atau umum, dimana ketika seseorang dinyatakan sehat maka akan tercipta kesejahteraan secara fisik, mental maupun sosial terjadi secara bersamaan.

Meskipun WHO sudah menjabarkan terkait pentingnya kesehatan secara mental. Dibeberapa Negara berkembang dan maju, justru menempatkan kesehatan mental pada posisi yang tidak dianggap penting, bahkan lebih sering diabaikan dan hanya menganggap bahwa kesehatan secara fisiklah yang jauh lebih penting posisinya, jika dibandingkan dengan kesehatan mental.

Mengingat bahwa Hari Kesehatan Mental Sedunia merupakan peringatan penting terlebih pada ruang lingkup Psikologi, maka ILMPI menyelenggarakan kegiatan yang diselenggarakan oleh seluruh wilayah yang mengacu pada arahan nasional ILMPI.

Dimulai dari peringatan wmhd di wilayah 1 tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena tahun ini bisa terlaksana serentak di 5 titik pada 5 kota. Selain itu heuforia peringatan wmhd sangat terasa di lembaga-lembaga anggota sebab rangkaian kegiatannya dilaksanakan selama satu minggu. Secara keseluruhan acara ini berjalan sukses dan dengan konsep sederhana yang tujuan utamanya mengkampanyekan tentang peringatan wmhd juga deklarasi pentingnya menjaga kesehatan mental Minggu tanggal 14 Oktober 2018.

Sedangkan ILMPI wilayah 2 memperingatkan hari kesehatan mental sedunia di area CFD Bundaran HI dengan mengusung tema realiving academic stress. Aksi kita berhasil menarik perhatian masyarakat karena rata-rata yang mengikuti CFD ialah orang yang masih duduk dibangku kuliahan atau sekolah. Kemeriahan acara tersebut merupakan jerih payah dari para panitia dan para peserta acara tersebut. Kami dari ILMPI memberikan Tips & Trick dalam mengatasi Academic Stres kepada masyarakat yang ada disekitar area CFD, yaitu dengan cara Take A Break, dimana Take A Break disini dilakukan dengan cara berhenti sejenak dari segala aktifitas sesaat dan kemudian lakukan hal yang membuat kita rileks, seperti (Minum Teh, Bersosialisasi dengan teman atau bisa juga tidur) atau jika kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan hal tersebut, kita bisa melakukannya dengan cara tarik nafas secara perlahan kemudian keluarkan sembari memikirkan bahwa kita bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan, lakukan hal tersebut sampai kita merasa rileks. Cara tersebut bisa membantu kita menenangkan pikiran kita dan menambah motivasi kita. Kemudian kami dari ILMPI mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam memberikan motivasi atau membantu teman-teman kita yang sedang mengalami Academic Stres, yang kami namakan gerakan ini dengan nama Recharge Your Emotion With A Good Affection. Dimana sedikit perhatian kita akan bisa mengurangi beban pikiran mereka, karena terkadang yang mereka butuhkan adalah perhatian dari lingkungan sekitar. Kami juga bekerjasama dengan KONSA (konseling Muda) untuk mengadakan konseling gratis di booth kami. Di tahun ini memperingati hari kesehatan mental sangat berkesan karena antusiasme masyarakat yang lumayan tinggi dan membuat kami dari ILMPI wilayah 2 sangat puas. Dan yang paling penting adalah perayaan hari kesehatan mental tahun ini diselenggarakan di 8 provinsi besar yang ada di Indonesia, fakta ini mengindikasikan bahwakita dari ILMPI memang sangat peduli dengan kesehatan mental dan semoga perayaan hari kesehatan mental yang telah kita jalani membuat masyarakat Indonesia semakin awaretentang kesehatan mentalnya sendiri.

Perayaan WMHD 2018 wilayah 3 di semarang berjalan meriah dan sesuai dengan rencana awal yg juga arahan hasil dari rakornas di Jakarta. Namun berlangsungnya kegiatan tersebut tidak lepas dari support dan dukungan seluruh Universitas anggota serta mahasiswa psikologi di wilayah 3 Pesan wmhd tahun ini dari wilayah III semoga WMHD tidak hanya disuarakan setahun sekali, kenapa ? Karena kesehatan mental itu penting untuk diketahui oleh khalayak luas contohnya bagaimana penerapan yang benar tentang kesehatan mental pada kehidupan sehari-hari. Mari kita semua mahasiswa psikologi ikut aktif dan bergerak berkontribusi dalam menyuarakan kesehatan mental.

Dalam pelaksanaan whmd wil 4 melakukan kegiatan yaitu melakukan wawancara dengan mahasiswa dan disimpulkan dalam video, kenapa seperti itu, jadi tahun sebelumnya ilmpi wil 4 sudah melakukan long march akan tetapi minat dan perhatian mahasiswa psikologi itu sendiri masih kurang oleh karena itu kami mengajak semua mahasiswa untuk menegenali lagi kesehatan mental dan memahami betapa penting nya kesehatan mental melalui pesan singkat lewat video yg kami kumpul kan dari mahasiswa dari 12 universitas yang ada di Yogyakarta

Untuk di wilayah 5 itu sendiri tetap melaksanakan kegiatan WMHD secara serentak seperti arahan dari nasional meskipun mereka memiliki agenda tersendri terkait kegiatan WMHD namun semua kegiatan bisa dilaksakan dengan serentak dan meriah bersama ketua Himpsi region masing-masing.

World mental health day 2018 diperingati dan dimeriahkan oleh ILMPI wilayah 6 dengan menyelenggarakan Diskusi Panel dan Social Campaign Diskusi panel dilaksanakan pada hari Sabtu 13 Oktober 2018. Diskusi panel mengangkat perspektif psikologi klinis, psikologi positif, dan sosiolog dalam memandang kesehatan mental. Diskusi panel yang diselenggarakan di ruang senat fak. Psikologi Universitas Bosowa dihadiri oleh mahasiswa psikologi, mahasiswa umum, tamu undangan meliputi perwakilan LEM, komunitas, dan organisasi lainnya. Diskusi panel yang berkerja sama dengan komunitas Halo Jiwa dan beberapa media partenr seperti EBS FM Unhas, lembaga pers hukum, dsb mengkaji beberapahal dari perspektif beberapa bidang. Psikologi klinis memandang bahwa kesehatan mental tidak hanya terkait gangguan psikologis tapi bagaimana manusia bisa memanajemen diri dari kondisi stress atau tekanan lainnya. Psikologi positif lebih menekankan pada bagaimana manusia dapat mengenali potensi diri kemudian mengembangkannya. Sementara dari bidang sosiologi memandang kesehatan mental dari interaksi sosial dan hubungan interpersonalnya. Kegiatan berlangsung dari pukul 9 pagi hingga 12.30 siang yang dipenuhi pertanyaan dan diskusi dari peserta mulai dari kajian tentang isu dalam kehidupan sehari-hari, cara menyikapi stress, dan sebagainya. Setelah diskusi panel, kampanye sosial juga disemarakkan pada tanggal 14 Oktober 2018 di salah satu icon kota Makassar, Benteng Fort Rotterdam. Social campaign dilaksanakan dengan membagikan flier edukasi mengenai kesehatan mental danjejak pendapat masyarakat terkait kesehatan mental. Kegiatan berlangsung dari pukul 4 hingga 6 sore yang disemarakkan oleh pengunjung baik yang asli Makassar, pendatang, bahkan Turis mancanegara. Selain diskusi panel dan social campaign, ILMPI wilayah 6 juga menyebadkan survey kesehatan mental secara terbuka kepada masyarakat Indonesia.

Nah, Tanggal 10 oktober 2018 kemarin merupakan hari kesehatan mental sedunia. Salah satu organisasi psikologi seluruh Indonesia yaitu ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia) merayakan hari kesehatan mental sedunia ini secara serentak yang dirayakan dari sabang sampai merauke. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rentang waktu satu minggu dari tanggal 9 Oktober 2018 sampai puncaknya tanggal 14 Oktober 2018. Dari setiap daerah membuat kegiatan yang berbeda-beda, ada yang mengangkat konseling gratis, sosialisasi, long march,pohon perubahan, dsb. Khususnya kami ILMPI Wilayah 7 yaitu Aceh-Sumatera Utara, pada acara WMHD kemarin mahasiswa/i Psikologi seluruh Aceh dan Medan membuat kegiatan yang berkolaborasi dengan beberapa Universitas di wilayah 7 mereka sama-sama turut memperingati WMHD, kegiatan tersebut dilakukan di Banda Aceh dan Lhokseumawe. Adapun kegiatannya seperti turun kejalan melakukan pojok konseling hingga diskusi dilapangan terbuka bersama masyarakat sekitar. Sebagai puncak acara WMHD di wilayah 7 mengadakan salah satu kegiatan yang diadakan di Medan tepatnya pada Lapangan Merdeka.Pada kegiatan ini, kami melakukan sosiasilisasi pada masyarakat bahwasanya kesehatan mental itu penting, setelahnya kami akan memberikan feedback berupa sticker kepada masyarakat. Selain sekedar sosialisasi kami juga membuat sebuah pohon Perubahan dan juga Tong Sampah Negatif. Dimana Pohon perubahan tersebut berguna untuk masyarakat yg ingin merubah dirinya menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dan juga jika mereka memiliki hal-hal yang buruk atau ingin mereka buang mereka bisa membuang hal tersebut ke tong sampah negatif dengan cara menulisnya. Ini berguna sebagai kampanye masif untuk diri sendiri sehingga kita bisa bertanggung jawab dalam apa yang ingin kita ubah dan kita buang, semuanya tergantung dari dalam diri kita sendiri mau atau tidak merubahnya. Dari hasil kegiatan ini, kami menilai antusiasme nya lumayan bagus terutama antusiasme mahasiswa/i psikologi dalam menyuarakan tentang kesehatan mental itu penting, dalam kegiatan ini juga yang menyuarakan mengenai kesehatan mental bukan saja mahasiswa/i psikologi ada beberapa mahasiswa/i dari fakultas lain juga yang ikut dalam kegiatan ini, dari sini kami dapat menyimpulkan bahwa mereka juga peduli dengan kesehatan mental dan ingin menyuarakan kepada yang lain bahwa kesehatan mental itu penting. Juga, dari antusiasme masyarakat bagus dan mereka terlihat antusias, mereka juga lumayan banyak yang ingin menulis di pohon perubahan. Kegiatan tahun ini sedikit berbeda dari tahun lalu, dimana tahun lalu menggunakan spanduk dengan meminta partisipasi masyrakat utk menanda tangani spanduk tsb bahwa setuju mengenai kesehatan mental itu penting, sedangkan tahun ini meminta untuk masyarakat menuliskan apa yang mereka ingin ubah dan mereka buang kedepannya. Dalam hal ini, kami Mahasiswa/i Psikologi di Medan khususnya yang tergabung dalam ILMPI Wilayah 7 berharap kedepannya masyarakat di kota Medan dapat memahami mengenai mental yang sehat dan mereka harus paham bahwa kesehatan mental itu sangat penting, bukan hanya kesehatan fisik saja kesehatn mental jauh lebih penting.

 

Healthy Mind, Healthy Soul, & Be Happy!