Pertemuan ILMPI dengan Himpsi

Pertemuan ILMPI dengan Himpsi

Pada hari Selasa, 24 Juli 2018 pukul 18.00 WIB bertempat di Restoran Mawar, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) dan Himpunan Psikologi (Himpsi) mengadakan pertemuan. Pihak ILMPI diwakili oleh Sekretaris Jenderal beserta beberapa jajarannya baik nasional maupun wilayah. Sedangkan, pihak Himpsi diwakili oleh Ketua Himpsi Pusat beserta dua jajarannya. Dalam pertemuan ini, ILMPI dan Himpsi duduk melingkari meja kayu yang tersedia di sudut ruangan restoran.

Pertama-tama, ILMPI dan Himpsi melakukan perkenalan terlebih dahulu sekaligus menjelaskan maksud dari pertemuan ini. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas beberapa hal yang selama ini menjadi keresahan mahasiswa psikologi, bahwa seharusnya ILMPI dapat berkolaborasi dengan Himpsi, mengingat kedua organisasi ini sama-sama bergerak di bidang psikologi. Perbedaannya, ILMPI beranggotakan mahasiswa/i psikologi yang diikat secara kelembagaan, dan Himpsi beranggotakan ilmuwan psikologi yang diikat secara individu. Adapun poin-poin yang dibahas di dalam pertemuan ini antara lain kolaborasi ILMPI dengan Himpsi dan follow up perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) keprofesian. Pembahasan pertama adalah kolaborasi ILMPI dengan Himpsi. ILMPI menjelaskan terlebih dulu program-program yang ada di dalam ILMPI dan membutuhkan supervisi dari Himpsi. Program-program tersebut antara lain Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM), Pengabdian di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) dan Gerakan Tanggap Bencana (GTB). ILMPI meminta Himpsi untuk menjadi supervisi (pemateri) pada program-program tersebut. Hal ini disetujui oleh Himpsi, dengan menjelaskan prosedurnya, yaitu ILMPI membuat draft dan kemudian direvisi oleh Himpsi apabila diperlukan revisi, dan setelah poin-poin di dalam draft sudah disetujui oleh kedua belah pihak, selanjutnya diagendakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ILMPI dengan Himpsi. Selain itu, ILMPI juga menyampaikan keinginannya untuk terlibat dalam olimpiade psikologi, yang mendapat tanggapan positif dari Himpsi. Ternyata, baik ILMPI maupun Himpsi memiliki keinginan yang sama, yaitu melakukan gerakan psikologi yang masif se-Indonesia pada hari yang sama. Sehingga, ILMPI dan Himpsi berencana mengadakan gerakan bersama, secara masif di seluruh wilayah se-Indonesia pada Hari Kesehatan Mental Sedunia di bulan Oktober 2018 nanti. Tema yang akan diangkat kemungkinan menyesuaikan tema internasional yang di-publish oleh World Health Organization (WHO). Masih mengenai kolaborasi, ILMPI dan Himpsi berdiskusi mengenai penyantuman redaksi Himpsi sebagai supervisi ILMPI di dalam AD-ART dan struktur organisasi ILMPI maupun Himpsi. Akan tetapi, hal tersebut belum mendapat jawaban yang pasti, dikarenakan Himpsi dan ILMPI memiliki sistem keanggotaan yang berbeda. Himpsi mengikat anggota secara individu, sedangkan ILMPI mengikat secara lembaga. Untuk saat ini, solusi agar ILMPI dan Himpsi dapat berkolaborasi adalah dengan penandatanganan MoU. Setelah membahas tentang kolaborasi antara ILMPI dengan Himpsi, pembahasan selanjutnya adalah follow up RUU keprofesian. Himpsi menyampaikan progres dan harapannya untuk berkolaborasi dengan ILMPI. Saat ini, naskah akademik yang diperlukan sebagai pendamping RUU sudah selesai dibuat dan sedang dalam tahap review oleh dewan pengarah Himpsi. Setelah proses review dan revisi selesai, baru dapat ditindaklanjuti dengan tahap selanjutnya. Himpsi menyampaikan harapannya untuk ILMPI dapat ikut serta mengawal RUUini dalam tiga hal: 1. Pengumpulan data yang diperlukan untuk memperkuat RUU. 2. Sosialisasi kepada mahasiswa/i agar semakin banyak yang peduli terhadap isu ini. 3. Secara kelembagaan, ikut serta saat memperjuangkan RUU keprofesian ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketiga hal tersebut bersedia dilakukan oleh ILMPI, karena isu ini dirasa penting dan juga bisa berdampak pada mahasiswa/i psikologi.

Diskusi antara ILMPI dengan Himpsi berjalan santai tapi serius. Kadang diselingi candaan ringan, namun setelahnya kembali pada pembahasan serius. Setelah pembahasan demi pembahasan selesai, obrolan berlangsung bebas seperti membicarakan tentang akun media sosial organisasi bahkan pribadi. Pembicaraan berakhir sekitar pukul 20.30 WIB. Kemudian perwakilan ILMPI dan Himpsi menutup pertemuan ini dengan sesi foto bersama.

Semoga pertemuan ini bermanfaat untuk semua pihak. Karena segala sesuatu akan lebih bermakna jika dilakukan bersama.

Semoga pertemuan ini bermanfaat untuk semua pihak. Karena segala sesuatu akan lebih bermakna jika dilakukan bersama.

Wujudkan Indonesia tersenyum dengan psikologi!


Transparansi Keuangan Kuartal I

Badan Keuangan memiliki fungsi sebagai badan yang mengelola keuangan ILMPI. Berdasarkan prinsip “pengelolaan dana yang baik berasal dari keterbukaan terhadap publik”, maka dari itu Badan Keuangan melakukan transparansi dana perkuartal (setiap tiga bulan).

Transparansi dana merupakan penyampaian informasi keuangan ILMPI baik nasional maupun wilayah dalam rangka pertanggungjawaban pengurus ILMPI. Transparansi dana dilakukan oleh Badan Keuangan sebagai upaya  dari ILMPI untuk membangun kepercayaan dengan anggota. Transparansi dana juga dilakukan agar publik dapat menilai kecukupan atau kekurangan dalam pengelolaan keuangan di ILMPI.

Kunjungi halaman bit.ly/KeuangILMPI untuk mengakses transparansi keuangan ILMPI