KITA BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA

index

Pada akhir-akhir ini, banyak terdengar suara malu menjadi bangsa Indonesia di kalangan masyarakat, terutama bila hal itu dikaitkan dengan banyak kasus-kasus korupsi yang terungkap di depan umum, kasus vaksin palsu yang beredar di puskesmas dan rumah sakit, kemacetan dijalan raya yang tidak ada habisnya, dan masih banyak lagi. Namun di lain pihak, kita juga mengetahui bahwa banyak warga bangsa Indonesia marak setelah mengetahui diakuinya tari kuda lumping, kesenian reog ponorogo, kain batik, alatmusik gamelan, lagubengawan solo, dan beberapa hal lagi oleh bangsa lain. Adanya rasa malu dan rasa marah yang terjadi ini terkait dengan diakuinya identitas milik bangsa Indonesia yang diakui sebagai identitas oleh bangsa lain. Hal ini sangat terkait dengan masalah kebanggaan bangsa atas apa yang menjadi milik yang dibangga-banggakannya oleh pernyataan berlawanan bangsa lain.

 

Kebanggaan seorang warga Negara terhadap bangsanya merupakan salah satu wujud nasionalisme. Bangga, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai berbesar hati atau merasa gagah karena mempunyai keunggulan. Kata kuncinya adalah pemilikan keunggulan. Bila kita memiliki suatu keunggulan, maka keunggulan itu akan membuat kita berbesar hati, membuat kita bangga. Budayaituadalahkebanggaanbangsa, budaya bangsa Indonesia, yang merupakan refleksi dari pikiran rakyat Indonesia selama ribuan tahun, dan telah menjadi identitas bangsa, maka itu sangat membanggakan seluruh bangsa Indonesia. Kalau ada yang mengambilnya begitu saja, atau kalau ada yang melecehkannya, maka akan menyinggung perasaan hati bangsa Indonesia. Tetapi, seringkali juga kita sendiri yang tidak menghargai, bahkan kadang melecehkannya, tidak memeliharanya dengan baik, sehingga dipungut oleh orang lain.

 

Lalu, apa yang harus kita perbuat dalam upaya agar kita dapat bangga dengan apa-apa yang kita miliki?rasa bangga sebagai bangga Indonesia itu akan menumbuhkan rasa ikut memiliki (sense of belonging), rasa ikut berpartisipasi (sense of participation), dan rasa ikut bertanggungjawab (sense of responsibility). Semua identitas kita sebagai bangsa Indonesia, yang melekat dan tidak mudah kita buang, semua adalah milik kita. Atas semua identitas bangsa Indonesia itu, baik yang kita bangga-banggakan maupun yang kita sembunyikan karena sangat memalukan, masuk ke dalam kategori sebagai milik kita, di mana kita harus mengembangkan rasa ikut memiliki. Terhadap yang baik dan kita banggakan harus kita pelihara, kita bina agar semakin baik dan semakin membanggakan. Terhadap yang tidak baik dan tidak membanggakan, harus kita perbaiki, kalau perlu kita hilangkan kemudian kita bangun yang baru agar dapat menjadi baik dan membanggakan. Rasa ikut memiliki tersebut, selanjutnya akan menumbuhkan rasa ikut bertanggungjawab untuk memelihara dan memajukan yang membanggakan, dan ikut bertanggungjawab pula untuk memperbaiki yang tidak membanggakan. Kita semua, warga bangsa Indonesia harus ikut serta berpartisipasi dalam melakukan semua tanggungjawab itu, baik yang duduk dalam jabatan penyelenggara negara maupun yang berkedudukan sebagai rakyat.

 

“Kita pemuda harus mengerti, bahwa Kemerdekaan Indonesia tidak bisa ditjapai dengan lagoe “Indonesia Raya. Karena Indonesia Merdeka itoe adalah hasil perdjoeangan dan pengorbanan kita. Indonesia merdeka jang kita tjita-tjitakan boekan Indonesia merdeka merdekaan, boekan Indonesia M e r d e k a B o n e k a. akan tetapi kemerdekaan jang berdaulat, sebagai jang dimaksoedkan oleh “Pantja Dharma”. Jang kitatjita-tjitakan adalah Indonesia Merdeka Gatot Katjo, jang dapat mempertahankan diri dan jang sanggoep memoesnakan setiap imperials. Tidak ada kemerdekaan kekal dan abadi, djika bangsa itoe tidak berdjoeang mati-matian.” ****Ir. Soekarno

 

20160817131302