DISKUSI ILMIAH PSIKOLOGI & ILMPI GOES TO CAMPUS (IGC)

13260235_1061226643947052_3401240544418541490_n

DISKUSI ILMIAH PSIKOLOGI & ILMPI GOES TO CAMPUS (IGC)

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA)

SABTU, 21 MEI 2016.

ILMPI Goes to Campus wilayah III periode 2016-2017 yang diadakan pertama kali di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. IGC pertama kali pada periode 2016-2017 ini diselenggarakan pada hari Sabtu 21 Mei 2016 di gedung kuliah bersama Lt. 8 RUANG K 8.1. Selain IGC, disana juga diadakan diskusi ilmiah psikologi dalam rangka memperingati hari buku dengan tema “Berjalan Bersama Menuju Jendela Dunia”.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan sambutan-sambutan baik dari pihak BEM yang mewakili UNISSULA serta sambutan dari Koordinator Wilayah III, Agus Suyono. Kemudian pada pukul 09.30 acara dilanjutkan dengan sejarah dan pengenalan ILMPI oleh Koordinator Wilayah III. Setelah itu pada pukul 09.37-09.50 WIB dilanjutkan dengan pengenalan program kerja masing-masing badan yang di presentasikan oleh masing-masing koordinator badan. Kemudian pada pukul 10.00-10.36 WIB dilanjutkan dengan diskusi ilmiah psikologi dengan pembicara pertama, yaitu Magfiratul Istiqamah Ilham (founder Ulet Buku Semarang). Pada diskusi yang pertama ini kita dikenalkan dengan bagaimana sejarah buku serta tips-tips bagaimana agar kita gemar membaca buku. Pada diskusi yang pertama dibuka sesi tanya jawab yang menerima dua penanya, dua penanya tersebut adalah perwakilan dari pengurus ILMPI serta perwakilan dari mahasiswa UNISSULA. Diskusi pertama selesai pada pukul 10.40-10.48 WIB dilanjutkan dengan hiburan dari Psychovoice dari UNISSULA. Kemudian pada pukul 10.52-11.36 WIB dilanjutkan dengan diskusi yang kedua dengan pembicara Erni Agustina Setyowati S.Psi., M.Psi. (Dosen Fakultas Psikologi UNISSULA). Pada diskusi yang kedua ini kita membicarakan tentang Bibliotherapy. Pada diskusi ini kita dikenalkan biblioterapi, selain itu kita juga diajarkan tentang bagaimana cara melakukan biblioterapi dan jenis-jenis biblioterapi. Pada sesi diskusi yang kedua ini dibuka sesi tanya jawab dengan tiga penanya dari pengurus ILMPI dan mahasiswa UNISSULA. Pada pukul 12.00-13.00 WIB dilanjutkan dengan ISHOMA (Istirahat Sholat Makan). Setelah itu pada pukul 13.15-14.10 WIB dilanjutkan dengan Psycholink, yaitu acara yang bertujuan untuk lebih saling mengenal antara pengurus ILMPI dengan pihak Lembaga Eksekutif UNISSULA, yaitu BEM UNISSULA. Acara ini adalah sharing-sharing dan tanya jawab antara pengurus ILMPI wilayah III dengan pengurus BEM UNISSULA. Pada Psycholink kali ini ILMPI Wilayah III juga berkesempatan untuk berkenalan dengan Ormawa yang ada di Psikologi Unisula, baik Senat Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswanya. Acara Psycholink selesai pada pukul 14.15 dilanjutkan dengan rapat tambahan yang membahas mengenai kepututsan tambahan di rapat Kerja Wilayah yang tertunda mengenai tender Rakerwil dan Musywil, yang menghasilkan Rapat Kerja Wilayah 2017 akan dilaksanakan di Universitas Widya Dharma Klaten (UNWIDA) serta Musyawarah Wilayah 2017 yang akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kemudian sebagai penutup acara dilanjutkan dengan foto-foto pengurus ILMPI wilayah III bersama Pengurus BEM UNISULA.


Masihkah Buku Menjadi Jendela Kita??

infografis artikel buku

Masihkah buku menjadi jendela kita? : “Buku adalah jendela dunia”

 

“yang paling berbahaya dari rendahnya minat baca adalah tingginya minat berkomentar”

Zed RS

 

Pada pertengahan bulan Mei, tepatnya 17 Mei 2016 merupakan Hari Buku Nasional. Penentuan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional sendiri merupakan ide Mentri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fadjar 2002. Ide awal pencetusan Hari Buku Nasional ini datang dari golongan masyarakat pecinta buku, yang bertujuan memacu minat atau kegemaran membaca di Indonesia, sekaligus menaikkan angka penjualan buku. Hari buku Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan dan melestarikan budaya membaca buku, karena dengan terciptanya budaya membaca yang baik dan teratur maka ilmu pengetahuan akan semakin bertambah. Budaya membaca bisa didefinisikan sebagai kegiatan positif yang dilakukan untuk melatih otak agar mampu menyerap segala informasi yang diterima seseorang dalam kondisi dan waktu tertentu.

 

Apabila melihat potret realitas Indonesia saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa buku telah tertingggal jauh oleh kecanggihan teknologi yang membuat generasi zaman sekarang seakan tutup mata untuk melirik buku. Survei menunjukan bahwa Indonesia menduduki tempat terendah dalam minat baca di kawasan Asia Timur (OECD, 2009) dan hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang memiliki minat serius dalam membaca, rata-rata orang Indonesia membaca buku pertahun yaitu kurang dari (<) 1 judul buku, sedangkan Jepang bisa sampai 10-15 buku dalam sehari dan Amerika bisa sampai 20-30 judul buku dalam sehari (UNESCO, 2012). Lantas apa peran kita sebagai generasi muda untuk fenomena yang begitu tragis tentang minat orang Indonesia dalam membaca buku ini? Untuk itu sebenarnya dengan adanya peringatan Hari Buku Nasional ini setidaknya kita mampu menumbuhkan kecintaan terhadap membaca buku, karena pada hakikatnya membaca buku adalah kebutuhan setiap individu. Problematika mendasar masalah minat baca pada masyarakat indonesia adalah pada tingkat intensitas aktivitas membacanya yang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan asia. Faktor budaya dapat dikatakan sebagai penyebab dari permasalahan tersebut dimana budaya lisan dan visual di Indonesia lebih dominan dan menunjukkan angka mayoritas terhadap budaya baca. Permasalahan tersebut juga dipengaruhi oleh seberapa jauh proses pengenalan perilaku dan minat baca sedini mungkin. Untuk hal tersebut peran orang tua dan lingkungan anak lebih diutamakan sebagai pembentukan semangat membaca dalam diri anak. Pada umumnya anak yang gemar membaca mendapat pengaruh dari orang tua maupun lingkungannnya yang kemudian pengaruh itu berkembang menjadi stimulus pada si anak untuk menumbuhkan minat dan perilaku gemar membaca.

 

Lalu, seberapa jauh masyarakat Indonesia sadar akan fenomena buku di zaman sekarang ini? Ini perlu menjadi cambukan besar bagi kita generasi muda agar setidaknya merubah minat baca buku menjadi lebih tinggi. Kemudian penting gak sih baca buku? Menurut Maghfiratul Istiqamah salah satu Founder Ulet Buku daerah Semarang dengan membaca buku mata akan menjadi jauh lebih sehat, kemudian di buku tidak akan ada notifikasi “smartphone” yang mengganggu, kita juga mampu merasakan serunya berada di toko buku, selain manfaat secara keilmuan buku memang sangat kaya buku juga mampu membuat ruangan jauh lebih bagus dan keren. Manfaat dari membaca buku diatas hanya sebagian kecil dari banyaknya manfaat membaca buku, hanya saja masyarakat khususnya Indonesia terlalu terlena dengan kecanggihan teknologi di zaman sekarang. Zed RS berkata “yang paling berbahaya dari rendahnya minat baca adalah tingginya minat berkomentar” fenomena ini cukup nampak nyata, semakin rendahnya minat baca seseoarang dia akan semakin mudah berkomentar, kenapa demikian? Karena ketika bacaan yang kita dapat itu kurang kita akan mudah mengkritik atau memberi komentar kepada hal-hal yang sebenarnya belum kita ketahui seluk beluknya. Jadi apakah buku masih menjadi jendela kita?

 

Dengan fenomena diatas tumbuhlah gagasan bahwa membaca dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang yang disebut dengan Biblioterapi (jack & Ronan, 2008) sehingga apa yang dibaca oleh seseorang akan berpengaruh pada cara pandang, sikap dan reaksi terhadap sesuatu hal. Oleh karena itu bacaan menjadi penting untuk diperhatikan dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Istilah biblioterapi mula-mula muncul pada awal abad 20, Crothes tahun 1916 mengenalkan istilah ini. Biblioterapi merupakan terapi memberikan buku atau cerita bertema tertentu terkait dengan permasalahan pribadi dan sosial untuk membantu individu atau kelompok agar memperoleh insight mengenai masalah pribadinya dan belajar cara-cara yang lebih sehat dalam menghadapi kesulitan (Heath dkk, 2005;  Cook dkk, 2006). Biblioterapi dibedakan menjadi dua yaitu 1) biblioterapi kognitif 2) biblioterapi afektif.

 

Biblioterapi kognitif ini meyakini bahwa proses belajar merupakan mekanisme utama dari sebuah perubahan dan buku-buku non fiksi dipilih untuk mengajarkan seseorang sebagai bentuk intervensi. Asumsi dasarnya behavioral-kognitif, yakni semua perilaku adalah hasil belajar, dan karenanya segala sesuatu dapat dipelajari dibawah bimbingan yang tepat. Sedangkan biblioterapi afektif berakar pada teori psikodinamik yang berpandangan: penggunaan bacaan untuk membuka pikiran-pikiran, perasaan-perasaan dan pengalaman seseorang. Asumsi dasarnya: seseorang menggunakan mekanisme pertahanan diri seperti represi untuk melindungi diri  dari sesuatu yang menyakitkan. Ketika menggunakan mekanisme pertahanan diri, individu menjadi tidak terhubung dengan emosinya, tidak sadar perasaan yang sesungguhnya, sehingga tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara konstruktif. Cerita akan membantu dengan memberi kesempatan individu untuk mendapatkan insight.

 

FOKUS BIBLIOTERAPI:

Biblioterapi remedial: ditujukan pada penggunaan klinis untuk membimbing pembaca yang mengalami masalah emosi dan perilaku. Gladding (2000): biblioterapi dapat digunakan sebagai bentuk konseling remediasi yaitu konseling yang bertujuan untuk mengoreksi, misalnya membantu individu yang memiliki harga diri rendah dan kecemasan tinggi. Biblioterapi perkembangan: membimbing pembaca untuk mengalami interaksi dinamis antar kepribadian pembaca dan bacaan. Biblioterapi perkembangan menurut Cook, dkk (2006) dirancang sebagai pendekatan proaktif yang ditujukan untuk memunculkan perilaku atau memudahkan seseorang dalam memperoleh solusi-solusi dalam situasi spesifik.

 

Berikut ini kelebihan penggunaan biblioterapi (Jack & Ronan, 2008)

  1. Meningkatkan pemahaman mengenai reaksi psikologis dan fisiologis dirinya terhadap frustrasi dan konflik,
  2. Meningkatkan pemahaman antara terapis dan klien yang dapat meningkatkan penyembuhan psikologis
  3. Mendorong verbalisasi masalah-masalah yang secara umum sulit disampaikan
  4. Menstimulasi berpikir secara konstruktif dalam sesi-sesi terapi dan menganalisa sikap-sikap dan pola-pola perilaku selanjutnya,
  5. Memperkuat kemunculan perilaku dengan aturan-aturan dan contoh yang terkendala pola-pola sosial dan budaya dan pola perilaku infantil yang terhambat
  6. Menstimulasi imajinasi.

 

Melalui hari buku Nasional ini, mari kita kembali melestarikan budaya membaca buku. Bersama-sama kita kembalikan budaya membaca di lingkungan sekitar kita.

 

Yuk, kita kembali membaca dan nikmati buku!

 

 

 

 

 

 

Sumber:

http://cibubur.globalmandiri.sch.id/component/content/article/310-sejarah-hari-buku-nasional.html

http://www.riaupos.co/1929-opini-hari-buku-dan-masalah-minat-baca-.html#.V0W2vDV97Dd

Jack, S. J., & Ronan, K. R. (2008). Bibliotherapy: Practice and research. School Psychology International, vol 29 (2), 161-182.

http://kangkoez9.blogspot.co.id/2009/05/kajian-terhadap-fenomena-minat-baca.html

Harper, E. (1989). Bibliotherapy intervention exposure and level of emotional awareness among students with emotional and behavioral disorder. Thesis (unpublished). Kent state university.

Cook, K. E., Earless-Vollrath, T., & Ganz, J. B. (2006). Bibliotherapy. Intervention in School and Clinic, 42 (2), 91-100.

Gladding, S. T. (2000). Counseling: A Comprehensive Profession. Fourth edition. New Jersey: Prentices-Hall, Inc.

http://babongpedia.blogspot.co.id/2015/05/selamat-hari-buku-nasional.html

https://polka.id/peringatan-hari-buku-nasional-dan-pentingnya-membaca/

http://www.riaupos.co/1929-opini-hari-buku-dan-masalah-minat-baca-.html#.V0W8ozV97Df


Berita Acara Rakerwil ILMPI Wilayah IV

1464997789655

 

22 April 2016

Setelah seleksi dan pemilihan pengurus ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) periode 2016-2017 bulan februari, pengurus beserta delegasi anggota ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) dipertemukan di acara Upgrading I dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi tuan rumah dari Rapat Kerja Wilayah tahun 2016 ini.

Sore itu, satu per satu pengurus dan delegasi anggota ILMPI Wilayah IV mulai berdatangan menuju lokasi Upgrading dan Rakerwil yang bertempat di Student Convention Center (SCC) UII, Kaliurang, Sleman. Disana kita disambut oleh panitia dari UII dan kami pun ditunjukkan ruang tidur yang kami tempati selama 2 hari kedepan.

Sebelum acara pembukaan Upgrading I dan Rakerwil dimulai terlebih dahulu kami makan malam di ruang yang telah disediakan bersama-sama. Pukul 20.00 WIB, dimulailah acara pembukaan Upgrading I dan Rakerwil, seluruh peserta yang terdiri dari pengurus dan delegasi anggota ILMPI wilayah IV (D.I.Yogyakarta) berkumpul di aula SCC UII. Terdapat 3 sambutan di acara ini, yaitu yang pertama disambut oleh Retno Nur Susilowati selaku Ketua Pannitia Upgrading I dan Rakerwil ILMPI Wilayah IV, kemudian sambutan yang kedua yaitu Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah ILMPI Wilayah IV, dan yang terakhir yaitu Rahmat Mulya selaku yang mewakili Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII sekaligus membuka acara Upgrading Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta).

Setelah acara sambutan dan pembukaan selesai, acara yang pertama adalah Upgrading dengan pembahasan pertama yaitu Sejarah ILMPI oleh Moh. Modrik AM dan Manajemen Organisasi oleh Rendi Septiyanto. Pembahasan Sejarah ILMPI dan Manajemen Organisasi berakhir pada pukul 00.00 WIB. Selanjutnya, seluruh peserta dipersilahkan untuk kembali ke kamar masing-masing untuk tidur karena esok kegiatan telah menanti.

23 April 2016

Pukul 05.00 WIB terdengar suara panitia membangunkan para peserta untuk sholat subuh yang dilanjutkan dengan persiapan jalan pagi. Pukul 06.00 WIB, semua peserta telah berkumpul di halaman SCC UII. Setelah itu, kami dibagi menjadi 4 kelompok yang beranggotakan 7-8 orang. Setiap kelompok memilih ketuanya. Kami diminta untuk berjalan sesuai dengan petunjuk panitia. Disana terdapat 2 pos. Di setiap pos, kami bermain 1 permainan. Pada pos pertama, kami bermain permainan benang kusut dan pos kedua, bermain menyampaikan pesan melalui gambar.

Setelah semua kelompok kembali ke halaman SCC UII, kita kembali bermain permainan yang tidak kalah serunya dengan permainan yang sebelumnya. Permainan-permainan itu mengundang tawa dan menambah keakraban di antara peserta. Di antara semua permainan, yang paling seru adalah permainan transfer water, canda dan tawa menambah keseruan permainan ini, banyak peserta yang basah karena terlalu asik bermain dan bercanda.

Permainan pun berakhir, peserta diminta untuk membersihkan dan mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya. Kegiatan selanjutnya adalah upgrading dengan pembahasan yaitu Analisis Sosial oleh Fiqah Soraya Alhaddar selaku Koordinator BPPMNAS. Sebelum kegiatan dimulai, peserta terlebih dahulu sarapan di ruangan yag telah disediakan. Pembahasan Analisis Sosial dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, peserta dipersilahkan untuk istirahat, makan siang, dan juga sholat dzuhur sampai pukul 13.00 WIB.

Pukul 13.00 WIB, semua peserta telah berkumpul di aula SCC UII. Kegiatan upgrading pun dilanjutkan. Pembahasan selanjutnya yaitu Pelatihan Administrasi yang dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama adalah Pelatihan Administrasi Kesekretariatan oleh Aviola Nathasya Benni selaku Koordinator BANSEKNAS dan Sosialisasi Administrasi Keuangan oleh Yulia Rahmiyati selaku Koordinator BANKEU Wilayah IV. Pelatihan administrasi pun selesai, jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Peserta diberikan waktu 30 menit untuk istirahat dan Sholat Ashar.

Pukul 15.30 WIB, peserta kembali berkumpul di aula SCC UII untuk melanjutkan kegiatan upgrading. Pembahasannya selanjutnya yang merupakan pembahasan terakhir yaitu Teknik dan Etika Sidang oleh M. Djindan selaku DPO Nasional. Pembahasan ini selesai pada pukul 17.30 WIB. Dengan berakhirnya pembahasan Teknik dan Etika Sidang, maka berakhir pula rangkaian acara upgrading. Karena waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB maka peserta dipersilahkan untuk istirahat dan makan.

Acara selanjutnya adalah Rapat Kerja Wilayah ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta). Dalam Rakerwil ini terdapat 5 musyawarah, yaitu :

  • Musyawarah Pendahuluan, Pembahasan Manual Acara dan Tata Tertib.
  • Musyawarah I, Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Komisi).
  • Musyawarah II, Penyampaian dan Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Pleno).
  • Musyawarah III, Pengesahan Program Kerja Wilayah (Rapat Paripurna).
  • Musyawarah IV, Keputusan Tambahan.

Rapat Kerja Wilayah dimulai pada Pukul 18.30 WIB. Rapat ini diawali dengan Musyawarah Pendahuluan yang membahas manual acara dan tata tertib musyawarah. Musyawarah dipimpin oleh presidium sidang sementara yang sebelumnya sudah ditunjuk oleh panitia pengarah. Pengesahan sidang disahkan oleh presidium sidang sementara pada pukul 19.20 WIB. Selanjutnya presidium sidang sementara menyerahkan presidium sidang kepada Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah IV. Setelah itu, musyawarah ditunda sampai besok pukul 08.00 WIB.

Acara selanjutnya adalah malam kekeluargaan dan pembakaran api unggun. Pada malam kekeluargaan ini, setiap badan harus menampilkan sebuah drama dari cerita rakyat. Adapun judul cerita rakyat diundi oleh panitia. Setelah musyawarah dipending, setiap badan mempersiapkan dramanya. Pukul 22.30 WIB api unggun pun dinyalakan. Semua peserta berkumpul mengelilingi api unggun.  Malam yang dingin pun berubah menjadi hangat.

Tiba saatnya setiap badan menampilkan drama yang telah disiapkan. Dimulai dari Badan Keuangan yang menampilkan drama Timun Mas, Badan Informasi dan Komunikasi menampilkan drama Keong Mas, Badan Pengembangan dan Penelitian Keilmuan menampilkan drama Sangkuriang, Badan Pengembangan Organisasi menampilkan drama Malin Kundang, Badan Kesekretariatan menampilkan drama Bawang Merah dan Bawang Putih, sampai akhirnya Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang menampilkan drama Roro Jonggrang. Pada malam kekeluargaan ini juga kami sangat terhibur atas kedatangan dan penampilan Pengurus Nasional yang menyanyikan lagu Darah Juang. Malam kekeluargaan ini ditutup dengan penampilan demisioner pengurus ILMPI yang menyanyikan lagu kemesraan dan menampilkan yel-yel yang diikuti seluruh peserta dengan riang gembira. Malam kekeluargaan berakhir pada pukul 00.07 WIB.

Setelah acara malam kekeluargaan selesai, para pengurus diminta untuk masuk ke ruangan yang telah di sediakan. Di ruangan ini, Kak Rendi Septiyanto memberikan amlop yang berisikan kertas-kertas kosong kepada semua pengurus. Dengan kertas-kertas ini, kami menuliskan segala yang ingin kami sampaikan pada setiap pengurus tanpa perlu menuliskan identitas sehingga apa yang tidak bisa kami ungkapkan secara langsung, dapat diungkapkan melalui kertas-kertas ini. Setelah semua pengurus selesai, amplop-amplop tersebut dikumpulkan dan akan dibagikan setelah acara penutupan. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 02.15 WIB, sehingga kami kembali ke kamar dan beristirahat.

 

24 April 2016

Pukul 08.00 WIB pending dicabut. Agenda dilanjutkan dengan muayawarah I, yaitu Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Komisi) yang dipimpin oleh Pimpinan Sidang I yaitu Bambang Indrawan selaku Koordinator Wilayah, Pimpinan Sidang II yaitu Yulia Rahmiyati selaku Koordinator Badan Keuangan Wilayah dan Notulensi yaitu Amalia Dewi Nursyifa selaku Koordinator Badan Kesekretariatan Wilayah. Masing-masing badan diberikan waktu untuk berdiskusi, program apa yang akan dijalankan dan targetnya apa. Setiap badan diberikan waktu 2×30 menit, tetapi karena kemantapan untuk program kerja dari masing-masing badan maka pending 2×15 menit pun diajukan, lalu koor mengetuk palu. Setelah 2×15 menit berlalu, pending pun diajukan kembali, hingga akhirnya koor mengetuk palu untuk pending 2×10 menit. Diskusi masing-masing badan pun selesai.

Setelah pending, kami melanjutkan musyawarah II, yaitu Penyampaian dan Pembahasan Program Kerja Wilayah (Rapat Pleno). Setiap badan mulai menyampaikan program kerjanya selama satu tahun kedepan yang kemudian dibahas bersama, mulai dari Badan Kesekretariatan, Badan Keuangan, Badan Informasi dan Komunikasi, Badan Pengembangan Organisasi dan Badan Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat serta Badan Pengembangan dan Penelitian Keilmuan Wilayah. Penyampaian dan pembahasan program kerja wilayah selesai pada pukul 12.00 WIB, selanjutnya musyawarah pun dipending kembali selama 2×15 menit untuk istirahat, makan dan sholat.

Pada Pukul 12.30, pending dicabut. Agenda selanjutnya adalah Musyawarah III, yaitu Pengesahan Program Kerja Wilayah (Rapat Paripurna). Musyawarah ini akan mengesahkan program kerja wilayah yang telah disampaikan dan dibahas pada musyawarah II. Pengesahan program kerja wilayah disahkan oleh Pimpinan Sidang dengan di bacakan program kerja setiap badan dan diresmikan dengan ketukan palu pada pukul 12.40 WIB.

Selanjutnya, kami melakukan musyawarah ke IV, yaitu keputusan tambahan. Hasil dari keputusan tambahan adalah penentuan tempat Pra-Mukernas dan Muswil, Seminar Nasional, Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Makrab Ilmiah. Kemudian kami dikelompokkan berdasarkan perguruan tinggi untuk mendiskusikan hal tersebut dan siapa yang akan mengajukan tender. Setelah lama berdiskusi akhirnya dibuka rapat kembali untuk penentuan tempat tersebut. Musyawarah ini disahkan pada pukul 13.30 WIB. Kemudian, acara Upgrading dan Rapat Kerja Wilayah ILMPI Wilayah IV (D.I.Yogyakarta) pun ditutup oleh Bambang Indrawan selaku Kordinator Wilayah IV sekaligus foto bersama seluruh pengurus, delegasi, dan juga tamu undangan pada pukul 14.00.