The Fact of Bipolar Disorder

Masih ingat film yang dirilis pada tahun 2012? Silver Lining Playbook yang dimainkan Bradley Cooper? Bradley berperan sebagai Pat Solitano, seorang guru matematika yang sakit hati karena dikhianati istrinya, Pat menjadi tak bisa mengendalikan diri. Emosinya meledak-ledak, mudah tersinggung, dan rapuh. Setelah diperiksa, ia ternyata didiagnosis mengidap bipolar disorder.

Pada tanggal 30 Maret 2015 kemarin merupakan hari Bipolar sedunia. Berbicara tentang bipolar disorder, penulis akan berbagi informasi mengenai bipolar disorder sendiri.

What is bipolar disorder ?

Bipolar disorder, juga dikenal sebagai penyakit manik depresi adalah sebuah gangguan pada otak yang menyebabkan perubahan mood yang tidak biasa, energi, tingkat akitivitas, dan kemampuan untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Gejala-gejala gangguan bipolar tergolong berat. Perasaan akan berbeda dari yang lain dari waktu-waktu, gejalan gangguan bipolar dapat menyebabkan hubungan rusak, pekerjaan atau kinerja sekolah yang buruk, bahkan bunuh diri.

Gangguan bipolar sering muncul pada usia remaja atau dewasa awal. Setengah dari semua kasus terjadi sebelum usia 25 tahun, gejala pertama pada kebanyakan orang dialami pada masa kanak-kanak sementara yang lain mungkin mengalami pada masa akhir.

How To Characterize Bipolar Disorder

perasaan bahagia yang berlebihan dan optimisme yang tinggi, tiba-tiba merasa sangat marah dan terganggu, merasa gelisah, cara berbicara yang cepat dan konsentrasi yang buruk, menjadi sangat impusif, Tenaga yang berlebihan dan tidak membutuhkan tidur.

The Cause And The Factor

Semua penyakit mempunyai penyebab dan faktor yang jelas, terkecuali penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan penyebab dan faktornya. Gangguan bipolar bukan hanya disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan kimia didalam otak yang cukup disembuhkan dengan minum obat obatan. Para ahli berpendapat bahwa gangguan bipolar disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, psikologis dan sosial.

Ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terkena gangguan bipolar, yaitu: ƒ Mempunyai hubungan darah atau saudara penderita gangguan bipolar, periode pengalaman hidup yang sangat menekan (stressful), Penyalahgunaan obat atau alcohol, Perubahan hidup yang besar, seperti ditinggal mati orang yang dicintai, Saat ini berumur di awal 20an tahun.

Menurut teori stress-vulnerability model, ada beberapa resiko atau factor penyebab gangguan jiwa bipolar, yaitu: genitika dan riwayat keluarga, kerentanan psikologis, Lingkungan yang menekan (stressful) dan kejadian dalam hidup (live events), Gangguan neurotransmitter di otak, Gangguan keseimbangan hormonal, factor biologis.

 What is Treatment of bipolar disorder ?                Terdapat beberapa penanganan terhadap gangguan bipolar, diantaranya : obat-obatan (Lithium/Lithobid, Anticonvulsants), menemukan obat yang tepat, psikoterapi (CBT, Psychoeducation, family therapy), electroconvulsive therapy, mondok di rumah sakit dan metode lainnya.

 

Oleh : Nurakifa (universitas islam sultan agung semarang)

 

 


WORLD BIPOLAR DAY

World Bipolar Day (WBD) pertama kali dicetuskan oleh Asian Network of Bipolar Disorder (ANBD) bersama dengan the International Bipolar Fondation (IBPF) dan the International Society for Bipolar Disorders (ISBD). Mereka menetapkan WBD diperingati setiap tanggal 30 Maret, yang merupakan hari ulang tahun Vincent Van Gogh, yang anumerta didiagnosis mengalami bipolar disorder. Namun sampai saat ini, belum ada referensi yang menjelaskan bagaimana sebenarnya kaitan Van Gogh sehubungan dengan ditetapkannya tanggal lahirnya sebagai Hari Bipolar Sedunia.

Bersamaan dengan diperingatinya WBD setiap tahun, hingga sekarang masih belum jelas tahun berapa WBD dicetuskan dan mulai diperingati. Disadur dari laman resmi ISBD, mereka menjelaskan bahwa tujuan utama dibentuknya WBD adalah untuk membawa kesadaran dunia tentang bipolar disorder dan menghilangkan stigma sosial yang membawa efek negatif terhadap para penderita bipolar disorder.

Dari sumber yang sama, Muffy Walker, pendiri sekaligus presiden IBPF menyampaikan alasan utama mengapa ia merasa wajib untuk berpartisipasi dalam WBD ini. “I have a dream that my son, who has lived most of his life with bipolar disorder, will one day live in a nation where he will not be judged by his illness, but rather by the content of his character”, jelasnya.

Bipolar disorder sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrim. Disebut bipolar karena penyakit kejiwaan ini didominasi adanya fluktuasi periodik dua kutub, yakni kondisi manik (bergairah tinggi yang tidak terkendali) dan depresi.. Pada beberapa kasus, gejala mania tercampur dengan gejala depresi yang muncul dalam waktu bersamaan.

 

Para ilmuan menyampaikan bahwa tidak ada faktor tunggal yang menjadi penyebab terjadinya bipolar disorder. Dengan kata lain, tentu bipolar disorder memiliki beberapa faktor. Salah satunya dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Finn dan Smoler pada tahun 2003. Hasilnya, mereka mendapatkan keluarga dekat orang yang terkena bipolar disorder beresiko 10 kali lipat terkena gangguan bipolar. Dalam penelitian lain yang melibatkan tes MRI (Magnetic Resonance Imaging), ditemukan bahwa korteks prefrontal otak (bagian otak yang mempengaruhi pemecahan masalah dan pembuat keputusan) pada orang dewasa dengan bipolar disorder cenderung lebih kecil & kurang berfungsi dibandingkan dengan otak pada dewasa normal. Artinya, fungsi dan stuktur otak juga menjadi salah satu faktor terjadinya bipolar disorder.

Meskipun gangguan bipolar bisa sangat mengganggu dan berjangka lama, namun kondisi tersebut dapat dikendalikan dan dipulihkan dengan pengobatan dan konsultasi psikologis.

 

Halida Ulfah Universitas Syiah Kuala, Aceh

Referensi :

http://isbd.org/advocacy-and-patient-resources/world-bipolar-day